Berani Adu dengan Honda CBR

Berani Adu dengan Honda CBR

- detikOto
Rabu, 31 Des 2008 11:25 WIB
Berani Adu dengan Honda CBR
Jakarta - Motor Yamaha Mio tahun 2007 lawan Honda CBR? Gak salah tuh? Bisa saja, kalau lihat tongkrongan Mio hasil garapan Donny Permana yang satu ini.

Motor Yamaha Mio disulap jadi motor gagah yang kecepatannya pun bisa membuat Honda CBR 150 cc standar keteteran.

"Motor CBR 150 cc standar bisa saya tempel jika adu kecepatan di jalan raya," papar Donny ketika ditemui detikOto, Selasa (30/12/08).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Punggawa rumah modifikasi Hantu Laut yang terletak di Jalan H. Jeni No. 78 Gandaria Utara, Jakarta Selatan ini terus bercerita mengenai modifikasi motornya yang dibuat dengan tema costum minimalis. "Bukan low rider ataupun chopper," ujarnya.

Untuk memantapkan performa mesin pada Mio custom minimalisnya ia melakukan bore up mesin 110 cc menjadi 150 cc dengan mencokokkan piston 58,5 mm paket EON, Kawahara dan ditambah kalbulator koso berdiameter 31,5 mm, hasilnya lumayan.

Donny tentu ngak asal-asalan untuk memodifikasi tunggangannya, tidak seperti kebanyakan orang yang asal memodifikasi dengan banyak aplikasi tanpa melihat segi esensial motor yang akan dimodifikasi.

"Asal cokok nggak banget deh, harus dilihat dari tema modifikasi pada motor itu sendiri, salah aplikasi bisa berubah dong temanya atau nggak matching Bro," ujar Donny kepada

Makanya ia sangat hati-hati agar tidak dikritik abis oleh sesama modifikator. Untuk itu, sepeda motor yang baru dibelinya langsung saja ia ubah tanpa menunggu surat-suratnya keluar. Sudah gak tahan ya Bro?

Rumah bedah pun dipersiapkan, pertama-tama mengubah tampilan warna asli Mio menjadi warna biru dengan strip abu-abu.

Kenapa pilihan warna biru, karena sesuai dengan tema awalnya yaitu costum minimalis. "Jadi warnanya nggak ngejreng-ngejreng amat dan tetap minimalis, dan juga tidak banyak perubahan pada bentuk bodi si Mio, alasannya menjaga kesan minimalis pada obyeknya," ujar Donny.

Setelah itu, stang Yamaha Scorpio ia persiapkan untuk menambah keserasian pada si kuda besi miliknya.

Tidak asal pasang, melainkan harus memperhitungkan dudukan pangkong dengan segitiga. Pasalnya tidak setiap pangkong cocok dengan dudukan segitiga. Dan untuk menambah cantik tampilan si Mio custom, Donny juga mengaplikasikan headlamp handmade dan handgrip bawaan harley.

Beranjak ke kaki-kaki. Kaki-kaki Mio custom minimalisnya ini sih STD saja, ucap Donny. Pelek depan asli bawaan mio masih dipertahankan, hanya dibalut ban IRC 80/90/14 dan dipadukan dengan disc no name berkaliper STD Mio.

Namun pada bagian kaki belakang banyak perubahan. Velg mobil Soluna ia manfaatkan berikut jari-jari asli Mio. Jari-jari asli bawaan Soluna ia bedah sehingga sesuai dengan jari-jari asli bawaan Mio. Untuk balutannya ia menggunakan ban dellitire 140/70/14. Wah tambah gede dong ruang yang dibutuhkan untuk ban sebesar itu.

"Tenang saja, kan sudah gue perhitungkan sebelumnya," ujar sang modifikator.

Maka dari itu mounting ditarik kebelakang sebanyak 15 cm. Dan urusan mesin agar bisa dicokokan, Donny menggeser mesin sebanyak 8 cm dengan mencoak chasis. Namun bagaimana dengan sistem suspensi pada bagian belakang.

Nah, untuk itu ia menggunakan 2 buah per motor Honda Grand, alasannya kekuatan 2 buah per Grand sama dengan 1 kekuatan per Yamaha Mio. Alhasil jika motor diajak bermanuver masih tetap stabil dan konsisten.

Motor CBR pun bisa ditempel terus di jalanan.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads