Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Selasa 12 April 2016, 09:10 WIB

Kecintaan Jikun '/rif' dengan Mobil Klasik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kecintaan Jikun /rif dengan Mobil Klasik Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Gitaris band /rif, Jikun mengaku suka dengan kendaraan klasik. Kecintaannya terhadap kendaraan klasik dibuktikan ketika Jikun memiliki mobil Mitsubishi Colt dan Vespa lansiran 1973.

Namun, semenjak Jikun menikah, kendaraan klasiknya pun rela dilepas. Kini, Jikun mengaku menjadi 'manusia normal' yang ke mana-mana menggunakan mobil MPV sebagai mobil keluarga pilihannya.

"Dulu ada koleksinya (kendaraan klasik). Sejak nikah dijual semua. Ada Colt tahun '73, sama Vespa tahun '73. Sejak kakek saya sampai saya, saya urus. Tapi pas saya nikah enggak keurus yaudah dijual aja. Sekarang udah jadi manusia normal. Ada anak, ada istri, mobilnya adem udah. Sekarang pakai mobil keluarga. Ke mana-mana gampang, enggak ribet," ujar Jikun saat ditemui detikOto di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta, Senin (11/4/2016) sore kamarin.

Dia mengatakan, Mitsubishi Colt T120 tahun 1973 milik Jikun sempat dibawa ke Mitsubishi Jepang. Dan, pihak Mitsubishi Jepang kaget bahwa mobil klasik itu masih ada di Indonesia.

"Colt saya sempat dibawa ke Mitsubishi Jepang dan mereka kaget. Jadi tahun 2010 saya masukin, mereka kaget ternyata ada Colt T120 di Indonesia. Keren banget, itu dibentuk full chrome," ujar Jikun.

Mobil klasik miliknya itu memiliki sejarah panjang bagi hidup gitaris band /rif ini. Sejak band /rif 'manggung' di kafe-kafe, mobil klasik tersebut terbilang berjasa.

"Lagi itu dipakai tiap hari, bukan cuma buat pajangan. Operasional juga. Buat latihan, buat ngeband. Mesinnya terus dirapikan, setiap sebulan sekali masuk montir langganan. Itu mobil udah banyak sejarahnya. Dari sejarah sejak /rif main di kafe, itu mobil udah dipakai buat ngangkut alat (band), macam-macam lah," cerita Jikun.

Namun, karena akhirnya tak terawat, Jikun menjual mobil klasik itu. Saat menjual mobil klasik itu pun Jikun merasa ada yang hilang.

"Pada saat itu udah enggak sanggup ngerawatnya. Karena keselahan gue itu dia ditaruh di luar, enggak di garasi. Jadi kena air hujan, krom-kromnya rusak. Udah enggak terurus. Pas dijual kayak setengah dari badan gue ada yang hilang," ucapnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +