Intip Garasi Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

ADVERTISEMENT

Intip Garasi Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 01 Des 2022 12:54 WIB
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto
Foto: Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (Dok. Bareskrim Polri)
Jakarta -

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto dilaporkan ke KPK oleh Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia terkait dugaan penerimaan suap dari pelaku tambang ilegal di Kalimantan Timur. Menilik harta kekayaannya, ada apa saja isi garasi Komjen Agus?

Dari penelusuran detikcom di situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Agus Andrianto baru dua kali melaporkan kekayaannya, yakni saat menjabat Kapolres Metro Tangerang pada 12 September 2008 dan Kabagresmob Bareskrim Polri pada 19 Desember 2011.

Seperti diketahui sebelum menjabat Kabareskrim Polri, lulusan Akademi Polisi tahun 1989 ini pernah menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri, Kapolda Sumatera Utara, dan Kabaharkam Polri. Dengan kata lain, belum ada data terbaru dari Komjen Agus sejak 10 tahun terakhir dari laman LHKPN.

Saat menjabat Kapolres Metro Tangerang, Agus Andrianto memiliki kekayaan sebesar Rp 1.255.363.000 (Rp 1,25 miliar). Kala itu dia memiliki satu unit mobil Toyota Corolla senilai Rp 60 juta.

Harta kekayaan Komjne Agus Andrianto naik saat menjabat Kabag Resmob Bareskrim, yakni menjadi Rp 2.797.350.000 (Rp 2,7 miliaran). Ini lantaran harga rumahnya mengalami kenaikan dari semula Rp 1.029.636.000 jadi Rp 2.548.350.000. Sedangkan isi garasinya masih sama, yakni Toyota Corolla tahun 1999 yang ditaksir Rp 60 juta.

Komjen Agus dilaporkan ke KPK

Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia melaporkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK. Mantan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) itu dilaporkan atas dugaan menerima suap dari pelaku tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Yang tentunya adalah termasuk kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur, yang baru-baru ini sempat viral melibatkan beberapa oknum pejabat, salah satu yang kemudian diduga paling kuat adalah Kabareskrim Mabes Polri," kata Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia Gifrans kepada wartawan di gedung KPK, Rabu (30/11/2022).

"Kami menyampaikan aspirasi sekaligus menyampaikan beberapa data terkait dengan kasus penyuapan tambang ilegal di Kalimantan Timur. Iya (buat laporan)," sambung Gifrans.



Simak Video "Pengacara Sebut Ismail Bolong Tak Pernah Bertemu Kabareskrim Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT