Mengintip Isi Garasi Natalius Pigai

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 05 Okt 2021 13:12 WIB
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai
Natalius Pigai Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai menjadi sorotan usai diduga menyampaikan pesan rasialisme ke Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menilik sisi lain, bagaimana isi garasinya?

Natalius Pigai pernah mencalonkan diri sebagai Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebagai salah satu syarat harus melaporkan Harta Kekayaan.

Dikutip dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Selasa (5/10/2021) Natalius Pigai memiliki total kekayaan sebesar Rp 4.370.000.000. LHKPN itu dilaporkannya pada 9 Juli 2019.

Untuk urusan garasi, Natalius Pigai hanya tercatat memiliki satu unit mobil Sport Utility Vehicles (SUV). Mereknya sendiri adalah CR-V tahun 2011.

Sebagai informasi, Honda CR-V diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 2000, yang saat ini sudah masuk generasi kelima. Mobil yang dimiliki Natalius Pigai diketahui masuk dalam generasi ketiga.

Tidak ada mobil lain yang terdaftar milik Natalius Pigai. Sedangkan Honda CR-V itu ditaksir harganya Rp 300 juta.

Disorot usai cuitan kontroversial

Polri atas dugaan rasisme. Ini bermula dari cuitan Pigai yang diduga berisi pesan rasialisme ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terkait pelaporan ke Bareskrim ini, Marthen selaku pengacara Pigai menyatakan cuitan kliennya itu lebih kepada mengkritisi kebijakan publik. Tidak ada maksud rasis terhadap Presiden Jokowi maupun Ganjar.

"Pertama kita harus lihat bahwa cuitan itu kan lebih kepada mengkritisi kebijakan publik. Setiap warga negara itu kan wajib mengkritisi pemimpin publik," kata Marthen.

"Kedua, isi daripada cuitan itu. Kalau kita lihat kan tidak ada tanda koma di antara Jawa Tengah dan Jokowi. Itu kan sebenarnya mau menjelaskan bahwa baik Jokowi maupun Ganjar itu berasal dari Jawa Tengah. Itu bicara tentang provinsi, jadi tidak bisa kemudian kita mengartikan bahwa itu rasis. Menurut saya itu penafsiran yang terlalu jauh," sambungnya.



Simak Video "Polda Metro Minta BaraNusa Lapor Mabes soal Cuitan Natalius Pigai"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)