Intip Garasi Sri Wahyumi, Eks Bupati Talaud yang Diciduk KPK Lagi

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 30 Apr 2021 15:06 WIB
Bupati nonaktif Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip kembali jalani pemeriksaan lanjutan di KPK. Ia nampak mengumbar senyum saat meninggalkan gedung KPK.
Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sri Wahyumi Maria Manalip, Mantan Bupati Kepulauan Talaud itu baru saja menghirup udara bebas selepas menjalani hukuman penjara tapi langsung ditangkap KPK untuk kedua kalinya. Mengulik sisi lain dari Sri Wahyumi, bagaimana koleksi otomotifnya?

Dicuplik dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sri Wahyumi terakhir kali melaporkan hartanya pada Januari 2018 dengan total Rp 2,2 miliar atau tepatnya Rp 2.240.846.604.

Untuk urusan alat transportasi dan mesin Sri Wahyumi totalnya mencapai Rp 598 juta. Terdiri atas dua unit sepeda motor, dan lima unit mobil.

Dua unit sepeda motor tidak disebutkan jenisnya, yakni Yamaha tahun 2001 warisan senilai Rp 8 juta, dan Honda tahun 2007 ditaksir Rp 10 juta.

Sedangkan mobil, Sri terlihat didominasi mobil SUV. Pertama, Honda CR-V tahun 2008, SUV generasi ketiga itu diluncurkan pada 2007, mobil yang dimiliki Sri Wahyumi itu nilainya ditaksir Rp saat itu Rp 200 juta.

Kedua, Nissan Terrano tahun 2006 yang ditaksir Rp 60 juta. Sebuah mobil SUV yang populer pada tahun 90-an dan mencapai puncak keemasan pada tahun 2.000-an. Nissan Terrano pun menjadi cikal bakal evolusi menjadi Nissan Terra pada 2018.

Ketiga, Nissan Frontier tahun 2011 yang ditaksir Rp 250 juta. Mobil double cabin yang dipasarkan Nissan Motor Indonesia (NMI) sejak tahun 2009. Mobil terakhir yang terdaftar ialah Daihatsu tahun 1995 yang ditaksir harganya Rp 35 juta.

Mantan Bupati KepulauanTalaud baru saja menghirup udara bebas selepas menjalani hukuman penjara tapi langsung ditangkapKPK untuk kedua kalinya. Sebelumnya Sri Wahyumi ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa, 30 April 2019. Dia ditangkap berkaitan dugaan suap-menyuap terkait revitalisasi pasar di wilayahnya. Dia menjalani hukuman dari 4 tahun 6 bulan menjadi 2 tahun penjara.

Waktu berlalu hingga akhirnya Sri Wahyumi bebas dari penjara setelah menjalani masa hukumannya. Dia bebas pada 29 April 2021. Dalam kasus yang menjeratnya kali ini, Sri Wahyumi diduga menerima gratifikasi Rp 9,5 miliar proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2014-2017.



Simak Video "Eks Bupati Sri Wahyumi Kembali Jadi Tersangka Gratifikasi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)