ADVERTISEMENT

Eks Bos Nissan Rela Jadi Buruan Interpol demi Cari Keadilan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Jan 2020 09:52 WIB
Foto: Reuters/Regis Duvignau/File Photo


Dia mengatakan orang-orang seperti mantan CEO Nissan Hiroto Saikawa dan anggota dewan Nissan Masakazu Toyoda sebagai bagian dari komplotan itu. Ghosn menyebut Toyoda adalah penghubung dengan pihak berwenang Jepang.

Ditanya tentang laporan media bahwa ia berhasil melewati pihak berwenang Jepang dan naik ke pesawat pribadi dengan bersembunyi di sebuah kotak yang digunakan untuk menyimpan peralatan audio, Ghosn terkekeh. Dia awalnya menolak berkomentar, tapi ia buka suara. "Kebebasan, tidak peduli bagaimana itu terjadi, selalu manis," katanya kepada CNN Business.



CNBC melaporkan, Ghosn membela keputusannya untuk menjadi buron internasional dengan melarikan diri dari Jepang. Dia bilang, lari dari Jepang adalah keharusan untuk mendapatkan persidangan yang adli. Ia mengklaim bahwa ini adalah pelarian dari ketidakadilan.

"Saya ingin bisa berbicara, saya ingin bisa membela diri," kata Ghosn kepada CNBC. "Saya ingin sistem peradilan di mana serangan dan pertahanan memiliki hak yang sama, dan itu seimbang dan membiarkan kebenaran terjadi. Saya berada di sistem di mana ini bukan tentang kebenaran, ini tentang menang. Ini tentang pengakuan."

Mengenai pelariannya dari Jepang, Ghosn menolak untuk memberikan spesifik. Ghosn mengatakan dia tidak ingin siapa pun yang membantunya terlibat dalam kesulitan.


Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT