Selasa, 21 Mei 2019 13:43 WIB

Jet Darat yang Pernah Dipiloti Niki Lauda

Ridwan Arifin - detikOto
Niki Lauda Foto: Mercedes-AMG Niki Lauda Foto: Mercedes-AMG
Jakarta - Legenda sekaligus tokoh ajang balap Formula 1, Niki Lauda menghembuskan nafas terakhirnya di umur 70 tahun. Mendiang Lauda telah berjuang dengan masalah kesehatan sejak kecelakaan yang dialaminya pada tahun 1976.

Saat itu Lauda mengalami kecelakaan pada mobil Ferrarinya di sirkuit Nurburgring, Jerman, dan terperangkap di kokpit selama 55 detik, menderita luka bakar dan menghirup asap beracun.

Akibat kecelakaan itu menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, memicu dua transplantasi ginjal pada tahun 1997 dan 2005. Delapan bulan lalu peraih tiga gelar juara dunia Formula 1 ini mendapatkan transplantasi paru-paru. Ia sempat dirawat selama 10 hari pada Januari lalu karena influenza.

Mengenang kehebatan Niki Lauda, juara dunia tiga kali formula 1 pada tahun 1975, 1977, dan 1984 ini pernah beberapa kali pindah tim, pun dengan nama serta jet darat yang ia piloti. Penasaran? berikut detikcom rangkum dari Formula1.com.




1973

British Racing Motors (BRM), dalam catatan tim balap tersebut Lauda sempat menggunakan mobil BRM P160 pada tahun 1973. Ini mobil balap Formula Satu yang dirancang oleh Tony Southgate untuk tim British Racing Motors, yang melaju di musim Formula Satu 1971, 1972, 1973 dan 1974. Itu didukung oleh mesin V12 3.0-liter. Namun Lauda hengkang dari tim tersebut dan mulai berganti tim ke Ferrari.

1974 - 1977

Ferrari menandatangani Niki Lauda pada tahun 1974, Ferrari 312T yang baru, dikembangkan sepenuhnya dengan Lauda dan Regazzoni dan dirancang oleh Mauro Forghieri, diperkenalkan pada tahun 1975, dan membawa tim kembali ke jalur kemenangan, Lauda memenangkan lima balapan dan mengambil mahkota pembalap, dan Ferrari juga memenangkan Kejuaraan Konstruktor.

Pada 1976 Lauda memimpin kejuaraan tanpa gangguan namun ketika ia mengalami kecelakaan di Grand Prix, Nurburging, Jerman. Empat pebalap lainnya dan seorang marshal terjun ke mobil yang terbakar tersebut, dan menyeret tubuh keluar yang membara.

Enam minggu kemudian, Niki Lauda kembali ke sirkuit dengan perban yang menempel di kepala. Ia finish di posisi ke empat di grand prix Italia. Kejuaraan tahun 1976 berakhir dengan pertarungan antara Niki dan James Hunt di sirkuit Fuji Jepang dalam kondisi hujan lebat.

Tahun 1977, Niki Lauda mengalami perselisihan dengan Enzo Ferrari, bahkan Enzo memiliki keraguan dan membuat rencana untuk menggantikannya, sebuah reaksi yang membuat Niki Marah dan menjadikannya juara di tahun 1977. Setelah merebut kejuaraan dengan dua balapan tersisa, Niki memutuskan untuk hengkang dari Ferrari, bahkan Enzo menyebutnya pengkhianat karena pindah ke tim Brabham Bernie Ecclestone.

1978 - 1979

Di musim 1978 bersama dengan Brabham, Niki bersama mobil BT46B, berhasil menang dua kali dan finish keempat di seri kejuaraan. Di tahun berikutnya tak kunjung kompetitif, membuat Niki memutuskan untuk pensiun. Ia meninggalkan balapan sembari mengatakan bahwa "telah lelah mengemudi berputar-putar" dan memulai bisnis maskapainya sendiri.

1982 - 1985

Setelah lima tahun memutuskan untuk pensiun pertamanya, Niki Lauda memenangkan juara dunia Formula 1 ketiganya bersama mobil McLaren MP4/2 dengan sponsor Marlboro. Tepatnya di tahun 1984, Lauda berhasil memenangkan gelar ketiganya, namun di tahun 1985 ia bernar-benar memutuskan pensiun dari olahraga sebagai pebalap untuk selama-lamanya.

Meski pada nyatanya, Lauda tidak pernah benar-benar meninggalkan paddock, ia pernah bekerja sebagai penasihat tim dari Ferrari, dan sebelum musim 2013 ia menjadi ketua non-eksekutif Mercedes F1, dewan Mercedes AMG Powertrains dan penasihat khusus untuk Dewan Daimler AG.


(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed