Selasa, 20 Nov 2018 12:01 WIB

Soal Carlos Ghosn, Ini Akibatnya Jika Satu Orang Terlalu Berkuasa

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Carlos Ghosn (Foto: Etienne Laurent/Pool via Reuters) Carlos Ghosn (Foto: Etienne Laurent/Pool via Reuters)
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]


Carlos Ghosn memanipulasi besaran uang yang diterima dari Nissan. Nissan pun belajar banyak dari kasus ini.

"Bagi perusahaan ini tentunya tidak bisa diterima, para ahli mengatakan manipulasi ini sangat serius dan cukup sebagai alasan memecat mereka. Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah jangan biarkan kekuaasan berpusat di satu orang," ujar CEO Nissan Hiroto Saikawa dalam jumpa pers di Tokyo, Senin (19/11/2018) malam.

Di 3 perusahaan raksasa mobil, Carlos Ghosn memang berkuasa. Di Nissan dan Mitsubishi, Carlos Ghosn memegang jabatan sebagai chairman.

Ghosn menyerahkan posisi CEO Nissan kepada Hiroto Saikawa pada 2016 setelah aliansi Nissan-Renault mengakuisisi Mitsubishi. Sementara di Renault, dia masih merangkap menjadi CEO dan Chairman.

Ketiga perusahaan itu sudah bersiap mendongkel Ghosn dari jabatannya.



Menurut laporan media Jepang, Ghosn melaporkan kompensasinya lebih sedikit dari yang ia terima. Penuntut umum mengatakan dalam pernyataan kalau Ghosn dan direktur Greg Kelly berkonspirasi untuk merendahkan laporan penerimaan Ghosn sampai setengahnya. Padahal kompensasi yang diterima Ghosn selama 5 tahun dimulai dari 2010 pada kenyataannya adalah sebesar 9,998 miliar yen.

Selama tahun 2017 lalu, Ghosn mendapatkan penghasilan sebesar 1,1 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2017.

Lahir di Brasil, Ghosn memulai karirnya di industri otomotif di Michelin. Dia kemudian pindah ke Renault pada tahun 1996.

Ghosn kemudian dipromosikan menjadi CEO Nissan pada tahun 2001, dan kemudian mengambil langkah yang tidak biasa, kerja ganda, menjadi CEO Renault pada 2005.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed