Jumat, 01 Jun 2018 16:38 WIB

Sempat Mulai Balapan dari Posisi Buntut, Gerry Malah Jadi Juara

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Gerry Nasution. Foto: Khairul Imam Ghozali Gerry Nasution. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - BMW Driver Trainer, Gerry Nasution, yang juga sebagai pendiri sekaligus pebalap dari BMW Team Astra (BTA) punya banyak pengalaman di dunia balap yang dimulainya sejak 1986. Yang paling berkesan adalah saat ia tidak dapat nomor urut start, tapi malah jadi juara.

Pengalaman berkesan itu didapatkannya saat mau melakoni kejuaraan balap European Touring Car Cup (ETCC) awal 2014.

"Waktu kualifikasi itu saya berada di belakang pebalap lain yang nggak tahu gimana olinya bocor, karena saya ada di belakang dia, kaca depan saya penuh dengan oli, jadi saya tidak bisa melihat ke depan, walaupun di kasih wiper kalau oli ya percuma, jadi terpaksa saya masuk (pit stop), bersihin kaca," tutur Gerry saat disambangi detikOto, di Utan Kayu, Jakarta.



Nahasnya, setelah hampir beres membersihkan oli yang menutupi kaca depan mobilnya, kualifikasi untuk mendapat nomor urut start telah selesai karena ada kecelakaan. Mau tidak mau Gerry memulai balap dari hampir paling belakang.

Karena saat itu balapan baru memasuki awal musim, dan tertimpa musibah oli tersebut, Gerry dan tim tidak terlalu ambil pusing finis di posisi berapa. Namun ternyata hal tersebut membuat Gerry justru jadi juara.

"Intinya adalah kita coba semakismal mungkin dan yakin, kebetulan kendaraan kita lagi fit, kitanya juga lagi fit, ya kita laksanakanlah balap, kalau nggak salah saya start dari nomor 17 atau 18," papar Gerry.



"Nah seiring berjalannya balap, satu, satu, satu, sampai mungkin tersisa dua lap lagi sebelum berakhir balapannya, saya baru sadar kok nggak ada mobil lagi di depan saya, ya udah terusin, eh ternyata jadi juara satu. Itu salah satu yang cukup berkesan selama saya balapan," tambahnya.

Saat itu dirinya mengaku benar-benar tidak memikirkan akan finis di posisi berapa. Yang ada dalam pikiran Gerry hanya sebisa mungkin membalap mobil yang ada di depannya.

"Nggak mikirin ada berapa mobil di depan pokoknya bisa ngejar mobil depan kita ya kita kejar karena memang sudah nggak ada target juara. Saat itu balapan 12 lap dengan 20-an peserta," pungkas Gerry.

[Gambas:Video 20detik]

(khi/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com