Jumat, 15 Des 2017 19:00 WIB

Pernah Jatuh, Driver Ojek Online Difabel Ini Tak Patah Semangat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Dok. Go-Jek Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Meski difabel, Dede Atmo Pernoto, tetap memiliki semangat. Pria yang akrab dikenal dengan nama Dede Yusuf ini menjadi driver ojek online di daerah Tegal, Jawa Tengah. Untuk narik ojek online, Dede menggunakan motor roda tiga.

Jauh sebelum menjadi driver ojek online, Dede sudah lama mengendarai motor roda tiga. Sejak 2011 pria yang biasa pakai kursi roda itu menggunakan motor roda tiga untuk mobilitasnya.

Dulu, tahun 2011, keluarga merasa khawatir ketika Dede mengendarai motor roda tiga sendiri. Bahkan, pengalaman pahit pernah dialaminya.

"Memang pengalaman itu pun saya alami ketika saya pas lagi jalan kesenggol sepeda motor yang bawa keranjang ayam. Setang (motor) saya kesenggol, akhirnya saya terguling sampai luka di wajah. Tapi pun itu bukan patah semangat. Malah itu menjadikan saya lebih berhati-hati lagi di jalan," cerita Dede kepada detikOto.

Kala itu, keluarga sangat mengkhawatirkan Dede. Bahkan ada yang sampai menangis dan berharap Dede tidak mengendarai motor lagi.

"Tapi saya berpikir, kalau saya nggak ke mana-mana lagi nanti saya terisolasi, nggak bisa melihat dunia luar. Akhirnya saya meyakinkan kepada keluarga bahwa saya akan baik-baik saja, dan saya akan berhati-hati di jalan," kata Dede.

Tapi itu kejadian dulu, jauh sebelum Dede menjadi driver ojek online. Kini, Dede sudah mengantongi SIM D. Dede pun ditunjuk sebagai pelopor keselamatan berkendara oleh Polres Tegal di Slawi.

"Di situ saya dan teman-teman lain mendapat pelatihan untuk persyaratan permohonan membuat SIM D. Di situ akhirnya kami ditunjuk oleh pihak Polres Tegal di Slawi menjadi pelopor keselamatan berkendara sepeda motor. Saya juga ada pembinaan-pembinaan bagaimana berkendara di jalan," kata Dede.

Sebagai pelopor keselamatan berkendara, Dede memiliki peran memfasilitasi rekan-rekan difabel yang belum punya SIM. Bersama Dede, difabel lain yang belum punya SIM D akan saling berbagi.

"Kami arahkan ke Polres sampai punya SIM D dengan mengikuti semua proses sampai halang rintang (ujian prakrtik). Kalau tidak ada pelatihan takutnya teman-teman difabel asal-asalan di jalan, jadi ada pelatihan tersebut, itu yang membuat kami bisa tahu bagaimana cara pengguna di jalan, rambu-rambu dan sebagainya," tutur Dede.

Selama menjadi driver ojek online, Dede selalu menuntaskan order-ordernya. Ketika ketemu pelanggan ojek online pun dijadikan Dede sebagai pengalaman.

"Itu pengalaman buat saya dan buat masyarakat bahwa saya bisa untuk mengantarkan sampai dengan selesai. Saya buktikan ketika menerima orderan lagi dan sampai selesai, dan respons positif dari masyarakat pun banyak," ucap Dede. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed