Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 08 Dec 2016, 08:11 WIB

Soal Moratorium Mobil Mewah, Sandiaga Uno: Penting untuk Urai Kemacetan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Soal Moratorium Mobil Mewah, Sandiaga Uno: Penting untuk Urai Kemacetan Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Disindir lawan-lawannya di pilkada DKI Jakarta, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berencana memberlakukan moratorium mobil mewah. Menurut Sandi, dengan penerapan itu maka kemacetan lalu lintas bisa berkurang.

Memang, mobil mewah seharga Rp 3 miliar ke atas menyumbang ke pendapatan negara melalui pajak. Namun, menurut dia, penyerapannya masih kecil.

"Bayangkan saja sekarang dari penyerapannya saja kan masih jauh sekali di bawah," kata Sandi kepada detikOto di markas detikcom, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Menurut dia, yang paling utama dilakukan adalah mengurangi kemacetan lalu lintas. Dengan penerapan ini, orang-orang kaya pemilik mobil mewah diharapkan bisa menggunakan transportasi umum.

"Yang kita tuju ini apa, kita mau mengurangi kemacetan, atau meningkatkan pendapatan. Dua-duanya harus dipisah. Kalau dari prioritas yang paling penting adalah kemacetan. Karena kita dapat pemasukan banyak saja penyerapannya sangat rendah dan tidak bisa dirasakan oleh rakyat," kata Sandi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandi berharap agar wacana moratorium mobil mewah ini memberikan efek wow bagi masyarakat. Nantinya pejabat atau artis papan atas diharapkan bisa menggunakan transportasi umum, alih-alih menggunakan mobil mewah mereka.

"Bayangkan kalau dia ikut berpartisipasi 3 hari dalam sebulan dia menggunakan kendaraan publik, alangkah menjadi suatu keteladanan yang sudah lama ditunggu oleh masyarakat. Pejabat-pejabat besar, enterpreneur-enterpreneur sukses, selebriti-selebriti papan atas yang biasa pakai Ferrari, Porsche itu kan keren banget (kalau naik transportasi umum). Ada suatu gerakan yang ditunggu warga masyarakat. Begitu mereka (masyarakat) lihat di kendaraan umum, ada juga tuh selebriti papan atas, ada pengusaha-pengusaha terkenal, ada pejabat, ada gubernur naik kendaraan umum kan luar biasa banget. Jadi efek kejut dan efek wow yang kita harapkan bisa mengubah pola pikir dari warga Jakarta," sebut Sandi.

(rgr/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed