Anies Baswedan Hobi Ngebengkel, Sandiaga Uno Cinta Mati Nissan

Anies Baswedan Hobi Ngebengkel, Sandiaga Uno Cinta Mati Nissan

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 13 Okt 2016 13:59 WIB
Anies Baswedan Hobi Ngebengkel, Sandiaga Uno Cinta Mati Nissan
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Di balik sosoknya yang kalem, Anies Baswedan ternyata punya hobi ngebengkel, hobi yang cukup unik buat seseorang yang notabene memiliki jenjang karir di dunia pendidikan.

Bahkan pada saat dirinya belum sesibuk saat ini, pria lulusan fakultas ekonomi Universitas Gadjah Mada ini sering dijadikan tempat konsultasi mengenai permasalahan-permasalahan mobil.

"Saya hobi ngebengkel, saya dulu bahkan kalau ada masalah-masalah mobil saya beresin sendiri. Dulu, kalau sekarang udah nggak sempat, dulu bahkan saya menjadi konsultan kalau ada masalah mobil, semua orang tanya sama saya," ujar Anies saat berkunjung ke kantor detikcom, Kamis (13/10/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal mobil, pria calon gubernur DKI Jakarta yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan ini memiliki dua mobil dari dua pabrikan yang berbeda. Yang pertama adalah Honda Odyssey dan satunya lagi Toyota Avanza. Anies mengatakan pertimbangannya dalam memilih mobil adalah kapasitas ruang yang cukup karena jumlah anggota keluarganya banyak.

"Honda Odyssey sama Avanza, yang pasti ruangnya yang besar (memilih mobil) karena saya kan anaknya 4, jadi kalau sama istri ber-6, kalau orangtua ikut kan juga cukup kalau mobil besar. Relatif baru, sebelumnya saya pakai Kijang Innova," kata Anies.

Bagaimana dengan wakilnya yang mendampingi di pilgub 2017 mendatang, Sandiaga Uno? Sandi yang merupakan pengusaha dan salah satu usahanya merupakan diler mobil Nissan dan Datsun di Indonesia yaitu MPM Auto memilih menggunakan mobil dari produk yang dijualnya.

Selain itu kata Sandi, mobil ini cukup nyaman dan fungsional untuknya mengunjungi warga-warga di Jakarta.

"Nissan Livina, ini murni karena grup kami merupakan salah satu yang jual (MPM), tapi begitu saya pakai kok enak ya, sangat fungsional, nggak keliatan mewah, rasanya mewah dan harganya terjangkau, karena kalau pengalaman saya kan dibilang pencitraan gitu kan pake mobil-mobil kaya Mercy segala macam, tapi nggak bisa kalo masuk gang-gang kaya gitu kalau nggak pakai mobil-mobil kecil gitu nggak bisa. Di rumah Nissan semua harus karena kan kita yang mendistribusikan jadi harus support your own product," tutur Sandi. (dry/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads