Sebelum Sadikin (Ikin) terpilih, Munas IMI diselingi kericuhan. Salah satu bakal calon Ketua Umum IMI 2015-2019, Prasetyo Edi Marsudi memutuskan untuk keluar dari Munas setelah merasa ada kecurangan di Munas.
Sistem pemilihan yang biasanya berlangsung tertutup, pada kali ini berlangsung terbuka. Hal itu membuat Prasetyo dan pendukungnya marah dan meninggalkan Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya memutuskan untuk keluar dari Munas ini," lanjut Ketua DPRD DKI Jakarta ini.
Kubu Prasetyo Edi Marsudi selanjutnya akan memproses kejadian Munas tahun ini ke ranah hukum lewat Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).
Sementara itu menurut Sadikin Aksa,Β berbagai hal yang terjadi sebelum Munas khususnya yang berhubungan dengan pemilihan Ketua Umum IMI merupakan sebuah dinamika positif,Β yang memperlihatkan bentuk perhatian dan kecintaan berbagai pihak terhadap IMI dan juga perkembangan otomotif di Indonesia.
"Saya senang bahwa masih banyak orang yang memiliki perhatian terhadap IMI, dalam beberapa waktu terakhir ini banyak sekali kritik dan masukan yang disampaikan oleh banyak pihak. Yang terpenting setelah Munas IMI VIII berakhir, kita semua harus berkomitmen untuk bersama-sama bekerja keras membangun IMI. Persahabatan yang sudah terjalin lama antar sesama insan otomotif Indonesia, harus kembali diperkuat untuk memajukan otomotif Indonesia supaya bisa bersaing di dunia internasional," ujarnya dalam pernyataan sebelum Munas. (nkn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu