Seperti dilaporkan Autocar, laman Autoblog Italia telah merilis berita itu pada pertengahan pekan lalu. Namun, Ferrari menegaskan "Kami tidak mengomentari spekulasi atau rumor," kata juru bicara Ferrari.
Felisa, 69 tahun, yang telah menjadi bagian dari tim senior Ferrari sejak 1990 itu memang dikenal sebagai orang yang dekat dengan presiden Luca di Montezemolo. Sementara Montezemolo pada Oktober lalu memilih hengkang dari Ferrari setelah memegang jabatan CEO, karena merasa tak sepaham dengan bos Fiat Chrysler Automobile (FCA) yang juga induk Ferrari- Sergio Marchionne.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sebelum itu, pria kelahiran Milan, Italia,dan lulusan teknik mesin Universitas Politecnico Milan itu menapak jabatan demi jabatan di Alfa Romeo. Pada 1972 dia menjadi staf pada departemen inovasi dan eksperimen Alfa Romeo.
Pada 1987, jabatan kepala pengembangan produk Alfa Romeo pun dia sandang. Empat tahun kemudian, atau 1990, dia bergabung dengan Ferrari, dan mulai Juli 2001 dia menduduki jabatan General Manager Departemen Gran Turismo.
Selang tiga tahun kemudian, atau Juni 2004, Felisa diangkat sebagai wakil general manager dari Ferrari, sekaligus merangkap sebagai General Manager Gran Turismo.
Jabatan General Manager Ferrari dia emban pada 2006 dan kemudian dipromosikan sebagai Kepala Eksekutif Ferrari pada 2008.
Namun, ketika bos FCA yang juga menjadi bos Ferrari pengganti Montezemolo, Marchionne woro-woro bakal melego 10 persen saham Ferrari kepada umum, dinilai bakal membuat ketidakstabilan. Perbedaan pendapat yang tajam antara Marchionne dengan Montezemolo telah membuat Montezemolo memilih lengser dan hengkang.
Sementara itu, Ferrari membantah telah terjadi perubahan arah Ferrari sepeninggal Montezemolo. Bahkan Kepala Komersial Ferrari, Enrico Galliera, kepada Autocar di Festival Goodwood menegaskan, masih ada konsistensi di tubuh Ferrari.
Menurutnya, manajemen masih berjalan seperti biasanya. Begitu pun dengan strategi dan prioritas utama adalah semua bisa bekerja tanpa guncangan.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu