Urai Kemacetan Jakarta, Kapolda Metro Siap Turun ke Jalan

Urai Kemacetan Jakarta, Kapolda Metro Siap Turun ke Jalan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 24 Jun 2015 14:00 WIB
Urai Kemacetan Jakarta, Kapolda Metro Siap Turun ke Jalan
Jakarta - Kemacetan di DKI Jakarta menjadi masalah pelik yang tampak sulit diatasi. Semakin hari, jalanan Jakarta semakin padat. Apalagi di hari Senin pagi, jalanan Jakarta tambah ruwet.

Untuk mengatasi masalah kemacetan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian pun punya solusinya. Setiap hari Senin pagi, kegiatan apel pagi pindah ke jalan untuk mengatur lalu lintas.

"Saya perintahkan Senin pagi yang dulunya apel pagi, saya wajibkan turun ke jalan. Semua jajaran harus turun ke jalan, termasuk saya sendiri," kata Tito saat berkunjung ke kantor detikcom, Rabu (24/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, solusi ini masih terus dievaluasi oleh Polda Metro Jaya. "Ini masih kita evaluasi. Apakah setiap Senin pagi akan terus bergulir, atau nanti tiap hari Jumat juga, atau pengaturan sore," ujar Tito.

Tito juga nenyebut, pihaknya telah mendapatkan respon yang positif. Sebab, jajaran kepolisian turun ke jalan tiap Senin pagi.

"Saya dapat feedback dari masyarakat, tiap Senin pagi itu mereka senang. Karena banyak polisi turun ke jalan. Ada Kapolres, Kapolsek. Kalau Kapolres, Kapolsek saja sudah turun ke jalan, otomatis kan anak buahnya juga ikut," ucapnya.

Tito mengatakan, ada tiga faktor yang membuat jalanan semakin macet. Pertama adalah jumlah kendaraan yang makin menjamur, kedua masalah infrastruktur jalan yang tidak sesuai pertumbuhan jalan dan ketiga budaya pemakai jalan.

"Faktor pertama jumlah kendaraan menignkat sehingga overload. Yang kedua faktor jalan, infrastruktur. Jalanan itu 5 sampai 6 persen dari Jabodetabek. Idealnya itu 15 persen. Ketiga, budaya pemakai jalan," sebut Tito.

Untuk dua faktor pertama yang disebutkan Tito, kepolisian tidak berwenang mengatasi masalah itu. Polisi hanya berwenang mengatasi masalah budaya pemakai jalan.

"Polisi masih bisa kampanye dan penegakkan hukum di faktor budaya pemakai jalan," ujar Tito.



(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads