Pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan kalau dunia otomotif bukanlah dunia asing baginya. Sejak kecil dia sudah akrab dengan dunia itu.
"Saya SMP sudah pakai motor. DT100 itu yang warna kuning," katanya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Kamis (27/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu sempat mau ikut balap, tapi karena formulirnya harus ada izin tanda tangan orangtua, bapak saya mengizinkan, tapi ibu tidak. Tidak jadi crosser deh. Tapi jadi Wagub juga tidak apa-apa," selorohnya.
Dia pun ingin suatu saat memiliki banyak mobil untuk digunakan untuk berbagai keperluan. Tapi karena kesibukannya, berkendara kini tidak lagi bisa dinikmati. Tiap pakai mobil dia kini harus pakai sopir. Sementara akhir pekan masih ada segudang agenda yang menunggu.
Hal itu pula yang membuat dirinya enggan membeli mobil lagi. Sang istri, akunya, sempat ingin membeli mobil tapi Ahok lalu menjelaskan kalau keluarganya sudah menggunakan banyak mobil dinas. "Mobil dinas saja kebanyakan, enggak usah beli mobil," lugasnya.
"Di Belitung masih enak bawa mobil. (Jalanan) Kosong," cetusnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin