Jumat, 07 Feb 2014 18:23 WIB

Ini Dia Wanita Paling Berkuasa di Dunia Bisnis

- detikOto
Detroit -

Si cantik Mary Barra merupakan COO dan CEO perempuan pertama di industri otomotif Amerika Serikat. Dialah yang dianggap sebagai wanita paling berpengaruh dalam dunia bisnis global mengalahkan para wanita tangguh dari berbagai bidang.

Barra yang selalu menganggap kalau masalah jenis kelamin tidak membuatnya berbeda dalam sisi pemikiran dan tindakan bila dibanding para pemimpin pria ini terpilih di urutan teratas dalam daftar 'The 50 Most Powerful Women in Business' yang dilansir majalan Fortune.

Barra dianggap merupakan wanita paling berkuasa di sektor bisnis dunia. Hal itu tidaklah mengherankan. Sebab Barra memimpin lebih dari 212 ribu pegawai di 396 fasilitas GM di 6 benua.

Barra yang tahun ini akan dibayar tahun ini akan dibayar sebesar US$ 4,4 juta atau sekitar Rp 53 miliar dalam bentuk tunai dan kompensasi saham sendiri --walau seorang wanita-- ternyata punya kehidupan yang tidak jauh dari dunia otomotif. Ayahnya, adalah seorang teknisi pencetakan bodi mobil di GM. Dia juga kadang diajak si ayah berkeliling ke showroom untuk melihat model-model Pontiac terbaru.

Wanita yang berasal dari Waterford, Michigan ini mulai masuk ke GM saat dia mengikuti kuliah di General Motors Institute. Dia kemudian masuk ke Universitas Stanford atas biaya dari GM. Setelah itu dia langsung bekerja di GM menjadi staf manufaktur dan kemudian menjabat sebagai staf senior.

Mary Barra mulai terlihat perannya setelah di 2011 dia dipilih sebagai Wakil Presiden untuk Pengembangan Produk Global.

Di bawah kepemimpinannya ketika masih di pengembangan produk, GM meluncurkan mobil-mobil truk pikap dan Chevrolet Impala, mobil yang mendapatkan rating tinggi dari majalah konsumen berpengaruh di Amerika Consumer Reports.

Dia juga pernah memimpin divisi sumber daya manusia setelah GM mengajukan kebangkrutan pada 2009 lalu.

Salah satu kebijakan yang dikenang karyawan GM saat itu adalah soal pakaian yang harus dikenakan pekerja. Barra menghapuskan aturan sebanyak 10 halaman soal dress code. Dia juga memangkas birokrasi yang ribet di GM.

Kini, Barra tengah menghadapi tantangan besar di Amerika Serikat dimana keuntungan GM ada di bawah Ford. Ini sesuatu yang jarang terjadi.

Di belahan dunia lain, tepatnya di Eropa GM harus menghadapi kenyataan kalau Opel rugi miliaran dolar. Di tangan Barra, GM kini harus meningkatkan keuntungan mereka.

(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com