Evan Dimas Ibarat Mobil yang Irit BBM Tapi Kenceng

Evan Dimas Ibarat Mobil yang Irit BBM Tapi Kenceng

Rifqi Ardita Widianto - detikOto
Rabu, 16 Okt 2013 09:50 WIB
Evan Dimas Ibarat Mobil yang Irit BBM Tapi Kenceng
Evan Dimas (Foto:Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Permainan timnas U-19 Indonesia yang menghibur dan penuh semangat menjadi idola baru di Indonesia. Menyusul kemenangan brilian 'yang jarang' terjadi atas Korea Selatan beberapa hari lalu.

Pelatih timnas U-19 Indra Sjafrie menuturkan soal permainan, terutama sang kapten, Evan Dimas, seperti sebuah mobil.

"Kalau ibarat mobil, Evan Dimas itu tangkinya besar (dengan VO2Max yang mencapai 60). Sudah begitu dia juga bisa bawa mobil itu dengan bagus. Jadi, makin irit tenaganya," ungkap pelatih asal Padang soal performa prima Evan Dimas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan hal itu saat berbincang dengan para pewarta di Hotel Sultan beberapa waktu lalu.

Sementara itu untuk soal klub, Indra Sjafrie menegaskan tak mau mencampuri terlalu jauh soal polemik klub, meski melibatkan kapten timnya Evan Dimas. Indra pun meminta Evan untuk fokus ke timnas.

Alih status Evan Dimas dari amatir ke profesional masih terganjal penolakan PSSI. Status kapten timnas U-19 sebagai pemain sah dari Persebaya 1927 menjadi penyebab utamanya.

Dualisme yang terjadi ditubuh Persebaya membuat federasi sepakbola Indonesia itu tak mengakui klub kebanggaan publik Surabaya itu.

Ketika ditanya soal status Evan, Indra menegaskan bahwa yang jelas status anak asuhnya itu saat ini adalah penggawa timnas. Ia mengaku sempat berpesan kepada pemain 18 tahun tersebut untuk selalu mendahulukan negara daripada urusan klub.

"Dia pemain nasional. Saya gak tau dia main di mana, yang jelas dia main di tim nasional dan saya tidak mau masuk ke polemik klub," ungkap Indra kepada para wartawan sesaat setelah mendarat di bandara Adi Sutjipto, Selasa (15/10/2013) malam WIB.

"Saya teguhkan kepada dia jangan kamu pikirkan klub untuk sementara kamu konsentrasi untuk membela negara. Kita harus berpikir dewasa, lebih penting negara lah daripada kita mikirkan klub," tegasnya.

(raw/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads