Tora Sudiro salah satunya. Ia mengaku kalau pembatasan pelat nomor ganjil-genap tidak akan menjadi solusi kemacetan dan tidak akan efektif. Menurutnya itu bukan salah satu solusi yang baik dan harus diterapkan.
"Cuma gue sendiri belum tahu apakah itu akan mujarab buat kita semua," cetus pria bertato ini saat berbincang dengan detikOto di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena jika hanya memiliki mobil atau motor dengan pelat nomor ganjil atau genap saja tidak bisa digunakan ketika waktunya.
"Dengan begitu akhirnya kemacetan akan tetap terjadi kan? Meski peraturan pastinya belum dikeluarkan tapi yang pasti kalau jadi bakal seperti itu," timpal pria yang memiliki nama lengkap Gusti Taura Danang Sudiro ini.
Tora menambahkan, jika peraturan ini diterapkan akan sedikit menyakitkan terutama bagi masyarakat yang tergolong menengah ke bawah. "Mereka kalau mau keluar rumah akan menjadi lebih sulit," keluhnya.
Tora menyarankan, pemerintah terkait lebih baik memperbaiki sarana dan prasarana trasnportasi umum yang ada. Kalau itu sudah lebih baik maka kemacetan terutama di Jakarta akan dapat teratasi.
"Tim dari mereka (pemerintah) kan banyak tuh yang suka studi banding keluar negeri. Nah seharusnya dari situ sudah bisa belajar menerapkan pola transportasi yang ada di luar negeri," timpalnya.
"Di luar negeri itu sarana dan prasarana transfortasinya sudah keren, maklum mereka negara maju. Tapi seharusnya Indonesia juga bisa seperti itu, kan katanya Indonesia juga negara maju jadi harus bisa dong," tandas Tora.
Pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ini rencananya mulai berlaku tahun depan. Ada beberapa wilayah yang disiapkan seperti kawasan Three in One saat ini dan wilayah lainnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?