Obama Menang, Industri Otomotif Amerika Makin Cerah

Obama Menang, Industri Otomotif Amerika Makin Cerah

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 07 Nov 2012 14:28 WIB
Obama Menang, Industri Otomotif Amerika Makin Cerah
Jakarta -

Presiden Barack Obama menurut perhitungan cepat terhitung memenangi pemilu Amerika dan menjabat sebagai presiden untuk periode kedua. Di tangan Obama, industri otomotif Amerika diprediksi akan mencapai banyak kemajuan.

Sektor otomotif memang menjadi salah satu jantung ekonomi Amerika. Sektor ini pula yang dijadikan salah satu tema kampanye kedua kandidat baik Barack Obama maupun Mitt Romney.

Bukan apa-apa, sektor otomotif adalah lahan kehidupan bagi jutaan warga Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kampanye sebelumnya, Romney kerap menyerang Obama karena menyelamatkan General Motors dan Chrysler dengan memberi mereka bantuan dana dari uang rakyat Amerika. Romney mengatakan harusnya Obama bisa menyelamatkan keduanya tanpa melibatkan uang rakyat.

Namun Obama bertahan dengan menyebut kalau bantuan itu sangat penting untuk ekonomi Amerika. Hal itu kemudian terbukti dengan bangkitnya dua grup otomotif yang masuk dalam Big Three --selain Ford yang juga masuk daftar Big Three, sebutan untuk tiga grup produsen mobil terbesar di Amerika Serikat--.

Selain masalah bailout tadi, Obama juga mendapat sorotan dari para pemerhati otomotif karena meminta tiap produsen yang menjual mobil di benua Paman Sam itu untuk segera meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Peningkatan efisiensi itu ingin dilakukan Obama secara bertahap untuk mencapai angka 1:23,1 km/liter pada tahun 2025. Jadi bila Obama benar-benar menang, maka regulasi yang akan mengatur kebijakan ini bisa terus dijaga untuk segera keluar.

Keinginan Obama untuk lebih ramah lingkungan tidak hanya ditunjukkan oleh target efisiensi tiap kendaraan yang ada di Amerika saja, Presiden Amerika Serikat kulit hitam pertama ini tercatat juga ingin populasi mobil listrik bisa terus berkembang lagi.

Obama bahkan pernah menyebut kalau di tahun 2015, dia ingin di jalanan Amerika ada 1 juta mobil listrik. Untuk itu, pemerintah pun membeli ratusan mobil listrik untuk merangsang pasar.

Untuk meningkatkan populasi mobil listirk itu, Obama juga berniat untuk kembali memberikan subsidi pembelian mobil listrik bagi masyarakat. Subsidi US$ 7.500 (Rp 72 jutaan) per mobil listrik yang dia berikan, ingin ia tambahkan jadi US$ 10.000 (Rp 96 jutaan) per mobil listrik.

Pemerintah Obama juga berjanji untuk meneruskan pinjaman US$ 25 miliar bagi para produsen mobil yang ingin mengembangkan mobil berteknologi maju yang ramah lingkungan. Hal itu, selain dimaksudkan untuk isu lingkungan, juga dibuat agar perusahaan yang mengembangkannya tidak lari ke China yang berbiaya lebih murah dibanding Amerika.

Untuk mobil yang saat ini ada, rencana untuk mengharuskan tiap mobil memiliki kamera belakang agar bisa memarkir lebih aman juga sedang dibicarakan serius untuk diaplikasi pada 2014 mendatang. Sebab, isu orang tua tidak sengaja menabrak anak yang ada di belakang mobil ketika memarkir kendaraannya sempat ramai dibicakan beberapa tahun lalu.

Meski begitu, kalangan industri menentang hal itu karena akan membuat harga mobil naik yang menyebabkan jumlah pembeli berkurang. Padahal nyawa yang bisa terselamatkan dengan aplikasi kamera itu menurut mereka 'hanyalah' 200-240 nyawa.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads