Kantor pusat Porsche itu siap dibangun di sebelah Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport. Porsche juga akan membangun kembali kompleks Henry Ford II Evenue. Tapi, jalan di kompleks itu ingin diganti namanya menjadi Ferdinand Porsche Evenue.
Permintaan pergantian nama pun diajukan Porsche ke pemerintah setempat. Namun beberapa kalangan langsung menolak hal itu. Alasannya, Porsche dianggap sebagai bagian dari Nazi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini sangat disesalkan, tetapi benar bahwa Profesor Porsche memiliki kontak langsung dengan diktator tak bermoral yang membawa Jerman ke masa-masa yang mengerikan, seperti yang dilakukan setiap pemimpin bisnis terkemuka Jerman lainnya," aku juru bicara Porsche seperti detikOto kutip dari CL Atlanta.
Pergolakan pun lahir. Namun akhirnya jalan tengah diambil, Henry Ford II Evenue boleh diganti, tapi tidak dengan nama Ferdinand Porsche Evenue. Nama yang diperbolehkan adalah Porsche Evenue.
Pemerintah sepakat kalau Ferdinand Porsche bersalah di masa lalu, dan karenanya nama orang itu tidak diizinkan dijadikan nama jalan. Tapi pemerintah mengizinkan nama perusahaan untuk dijadikan nama jalan. Al hasil, nama itu adalah Porsche Evenue, tanpa kata Ferdinand di depannya.
"Atlanta dikenal di seluruh dunia atas komitmennya terhadap hak-hak sipil, toleransi, dan inklusi. Kami menghormati semua anggota komunitas kami yang beragam," kata juru bicara kota.
(syu/ddn)
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali