Dianggap Bantu Nazi, Nama Ferdinand Porsche Tidak Boleh Jadi Nama Jalan

Dianggap Bantu Nazi, Nama Ferdinand Porsche Tidak Boleh Jadi Nama Jalan

- detikOto
Senin, 08 Okt 2012 13:10 WIB
Ferdinand Porsche (Wikimedia)
Atlanta - Produsen mobil Porsche bersiap membangun kantor pusat untuk benua Amerika di Atlanta, Amerika Serikat. Tapi, karena dianggap sebagai anggota Nazi, pemerintah Atlanta tidak mengizinkan nama pendiri merek ini, Ferdinand Porsche, dijadikan nama jalan kantor ini.

Kantor pusat Porsche itu siap dibangun di sebelah Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport. Porsche juga akan membangun kembali kompleks Henry Ford II Evenue. Tapi, jalan di kompleks itu ingin diganti namanya menjadi Ferdinand Porsche Evenue.

Permintaan pergantian nama pun diajukan Porsche ke pemerintah setempat. Namun beberapa kalangan langsung menolak hal itu. Alasannya, Porsche dianggap sebagai bagian dari Nazi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Porsche dianggap dekat dengan Nazi selama periode perang. Porsche juga dituduh melakukan kerja paksa ketika itu. Desain Volkswagen Beetle yang menjadi mobil rakyat Jerman yang lahir atas inisiatif Hitler sendiri dibuat oleh Porsche.

"Hal ini sangat disesalkan, tetapi benar bahwa Profesor Porsche memiliki kontak langsung dengan diktator tak bermoral yang membawa Jerman ke masa-masa yang mengerikan, seperti yang dilakukan setiap pemimpin bisnis terkemuka Jerman lainnya," aku juru bicara Porsche seperti detikOto kutip dari CL Atlanta.

Pergolakan pun lahir. Namun akhirnya jalan tengah diambil, Henry Ford II Evenue boleh diganti, tapi tidak dengan nama Ferdinand Porsche Evenue. Nama yang diperbolehkan adalah Porsche Evenue.

Pemerintah sepakat kalau Ferdinand Porsche bersalah di masa lalu, dan karenanya nama orang itu tidak diizinkan dijadikan nama jalan. Tapi pemerintah mengizinkan nama perusahaan untuk dijadikan nama jalan. Al hasil, nama itu adalah Porsche Evenue, tanpa kata Ferdinand di depannya.

"Atlanta dikenal di seluruh dunia atas komitmennya terhadap hak-hak sipil, toleransi, dan inklusi. Kami menghormati semua anggota komunitas kami yang beragam," kata juru bicara kota.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads