Kesal karena dipecat yang membuat dia kehilangan pekerjaan dan menghancurkan rencana jangka pendek, menengah dan panjang yang telah dibuatnya untuk produsen mobil Lotus, manta CEO Lotus Dany Bahar menggugat Lotus dan perusahaan Malaysia DRB-Hicom yang memiliki Lotus.
Seperti diketahui, Lotus merupakan merek mobil Inggris yang dimiliki oleh produsen mobil Malaysia, Proton. Beberapa bulan lalu Proton berpindah kepemilikan dari perusahaan pemerintah ke perusahaan swasta bernama DRB-Hicom. Perubahan itu ternyata membawa korban. Bahar dipecat Lotus atas desakan DRB-Hicom.
Hal itu tentu saja membuat berang Bahar karena dia menganggap dirinya sudah susah payah menyusun masa depan Lotus yang sedang tidak sehat. Akibat pemecatan dirinya, semua rencana jangka pendek dan menengah Lotus ditinjau ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun DRB-Hicom menolak tuduhan Bahar tersebut. Menurut DRB-Hicom seperti detikOto kutip dari media Malaysia, The Star, pemecatan Bahar dilakukan setelah proses panjang dilakukan termasuk investigasi terlebih dahulu.
"Klaim diperkirakan tidak memiliki dampak yang besar pada keuangan atau operasi grup. Perkiraaan yang tepat dari biaya yang timbul dari klaim tersebut tidak dapat ditentukan pada titik waktu ini," kata DRB-Hicom.
"Atas saran dari pengacara kami, DRB-Hicom dan Lotus dengan penuh semangat akan melawan dan/atau mempertahankan klaim Bahar, termasuk pengajuan kontra-klaim terhadap Bahar. Kami akan membuat pengumuman yang diperlukan pada saat yang tepat," tambah grup ini.
Lotus sendiri memang sudah menjadi kontroversi di Proton. Bukan apa-apa, karena Lotus diperkirakan tidak akan memberi keuntungan untuk Proton sejak dibeli pada 1996 hingga 2014 nanti.
Lotus yang dahulu mobilnya digunakan oleh James Bond ini dibeli oleh Proton sejak tahun 1996. Tapi sejak itu hingga saat ini, Lotus tidaklah memberi keuntungan finansial bagi Proton bahkan hingga tahun 2014 mendatang. Saat ini Lotus hanya mampu menjual sekitar 2.700 mobil saja per tahun.
Untuk meningkatkan penjualan Bahar sebenarnya memiliki rencana ambisius untuk produsen mobil sport Inggris itu. Dalam upaya untuk memperluas daya tarik Lotus, Bahar memperlihatkan enam mobil konsep di Paris pada 2010 yang dikatakannya akan segera masuk dapur produksi dan akan dikeluarkan Lotus dalam 5 tahun kedepan.
Dia juga berniat memoles Lotus dengan mendekatkan merek ini ke balapan-balapan seperti Formula One dan IndyCar. Lotus adalah pemasok mesin untuk IndyCar untuk musim 2012.
Tapi seiring dengan pemecatan Bahar, rencana meluncurkan mobil-mobil anyar itu dan rencana lainnya kembali mengambang.
Sementara itu, DRB-Hicom mengumumkan bahwa pendapatannya melonjak 119 persen menjadi RM 3.46 miliar pada kuartal pertama yang berakhir 30 Juni dari RM 1,58 miliar tahun lalu menyusul masuknya Proton Holdings Bhd yang baru mereka beli.
Namun begitu, laba bersih DRB-Hicom menurun menjadi RM 32,6 juta dari RM 91,06 juta yang mereka bisa dapat di periode yang sama tahun lalu karena adanya biaya yang tinggi setelah akuisisi Proton dan kerugian yang ditimbulkan oleh Lotus. DRB-Hicom sendiri menyelesaikan akuisisi 100% Proton pada tanggal 26 Juni.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi