Maybach Rusak Jay-Z dan Kanye West Siap Dilelang

Maybach Rusak Jay-Z dan Kanye West Siap Dilelang

- detikOto
Rabu, 29 Feb 2012 09:00 WIB
Maybach Rusak Jay-Z dan Kanye West Siap Dilelang
Jakarta - Tahun lalu dua penyanyi, Jay-Z dan Kanye West berkolaborasi dalam hit berjudul Otis. Dalam video klip tersebut mereka 'menghancurkan' sebuah mobil mahal, Maybach. Dan kini, keduanya akan melelang mobil tersebut untuk membantu kawasan Afrika.

Mobil mahal yang harganya sekitar US$ 350.000 (Rp 3,2 miliar) itu terlihat sudah tidak lagi seperti mobil mewah, tapi sudah bagai mobil perang dengan pintu yang sudah tidak lagi pada tempatnya.

Dan sekarang, mereka berdua mengatakan akan melelang mobil tersebut di New York pada 8 Maret mendatang yang hasilnya akan disumbangkan ke organisasi amal, Save The Children.

Namun karena bentuknya sudah porak-poranda, maka keduanya hanya berharap mobil tersebut bisa laku terlelang sebesar US$ 100.000 saja (Rp 912 jutaan) atau kurang dari seper-tiga harga barunya.

"Jay-Z dan Kanye West adalah tokoh yang menjulang tinggi dalam budaya kontemporer. Mereka telah banyak menyumbang penurunan hambatan antara seni, musik, fashion, dan film. Video mereka, Otis menjadi klasik. Maybach mereka telah berubah menjadi pemeran utama," kata rumah lelang Phillips de Pury yang akan melelang mobil ini seperti detikOto kutip dari Daily Mail.

Sementara itu Presiden dan CEO Save The Children Miles Carolyn mengatakan bahwa uang hasil penjualan mobil ini nantinya akan pergi ke keluarga di Afrika Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dana yang diperoleh dari melelang mobil Otis sangat dibutuhkan untuk membantu mempertahankan keluarga selama beberapa bulan berikutnya. Kami berterima kasih kepada Jay-Z dan Kanye West untuk mempersembahkan sejarah budaya pop untuk berbuat baik pada anak-anak di Afrika," tandasnya.

Merek mobil Maybach sendiri adalah merek mobil paling mewah yang dimiliki oleh grup otomotif, Daimler. Posisi Maybach di Daimler ada di atas Mercedes-Benz.

Sayangnya, karena penjualan Maybach yang tidak terlalu banyak membuat Daimler kesulitan untuk mempertahankannya dan Daimler pun sudah mengatakan akan segera menutup merek ini.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads