"Orang-orang di Proton tidak senang dengan reputasi ini. Mereka merasa adalah hal yang salah jika mereka tidak bisa membuat mobil dengan teknologi mutakhir," tulis Mahathir di blog resminya.
Sementara di sisi lain publik Malaysia mengharapkan mobil Malaysia berharga murah. "Mobil murah tidak bisa memiliki kualitas dan fitur mobil impor yang lebih mahal," ujar Mahathir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahathir tidak menyebutkan nama mobilnya, tapi beberapa situs Malaysia menyebutkan mobil itu adalah mobil Proton Persona generasi terbaru yang diberi kode Proton P3-21A.
"Saya kemarin mencobanya di sirkuit Shah Alam. Saya bisa memastikan konsumen Proton dan masyarakat Malaysia umumnya, kalau model baru ini bisa menyaingi kualitas mobil Jepang dan Eropa. Sangat menyenangkan mengendarainya," ujarnya.
Mobil itu ungkap Mahathir memiliki mesin 1.6 liter turbocharged yang setara dengan tenaga dari mesin 2.0 liter dengan emisi yang memenuhi Euro5.
Vehicle Seek Lamp, Wiper Auto Speed, Auto side door folding mirror, Push Button Start / Stop, Sensors for Automatic Wiper and Headlamp, GPS Antenna for Navigation System merupakan fitur standar.
"Sebagai tambahan ada fitur Impact Sensing Door Lock, Continuous Variable Transmission, Security Alarm System, Immobiliser and Central Locking. Varian otomatisnya memiliki Shift Lever with Tiptronic Mode dan Paddle Shifter di setir kemudi untuk perpindahan 7 gigi percepatan," ujarnya.
"Saya yakin ini adalah mobil yang hebat dan Proton bisa bangga dengannya. Ringgit yang Anda keluarkan lebih banyak untuk mobil ini akan sepadan," ujarnya berpromosi.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?