"Anak-anak itu perlu didorong terus agar mutu karyanya lebih meningkat lagi. Jangan dihalangi. Apakah mobil itu nanti akan menjadi mobil nasional atau tidak, itu kita lihat nanti di kemudian hari. Yang penting jangan patahkan semangat anak-anak," ujar Agung kepada wartawan di rumah dinas Walikota Surakarta, Minggu (8/1/2011).
Dorongan kepada anak-anak muda itu, lanjutnya, harus diteruskan hingga ke tahap berikutnya, diantaranya mengurus perijinan dan administrasinya hingga upaya menggandeng investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sudah sesuai aturan, jika nanti proses administrasinya telah selesai, bisa saja pemerintah membeli produk mobil Esemka. Saat ini sudah dipelopori Walikota Surakarta. Kalau untuk urusan dukungan perijinan, karena ini sudah mencuat ke permukaan, rekan-rekan di kementerian pasti sudah cepat tanggap,β lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Agung Laksono selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro 1957, memesan 40 unit mobil Esemka. 40 unit mobil, 33 unit diantaranya akan dibagikan ke Pimpinan Daerah Kolektif Kosgoro, sedangkan tujuh unit lainnya akan digunakan untuk operasional pimpinan pusat.
Agung kemudian menyempatkan diri melihat dari dekat kondisi fisik dan kondisi mesin mobil dua mobil Esemka yang diparkir di halaman rumah dinas walikota. Dua mobil itulah yang direncakan akan dijadikan mobil dinas Walikota dan Wakil Walikota Surakarta.
Bahkan kemudian Agung ikut serta dalam test drive. Dia duduk di kursi depan, di sebelah kursi pengemudi yang diduduki oleh Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo.
Duduk di kursi belakangnya adalah fungsionaris DPP PDIP Tjahjo Kumolo dan seorang ajudan. Rudyatmo membawa sang Menko Kesra meninjau hutan kota di pinggir Bengawan Solo menggunakan mobil tersebut.
(mbr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil