Sudah setahun jalan saya usaha rental mobil, sebelum terjadi resesi ekonomi ekarang ini pendapatan kami lancar lancar, biasanya ketutup semua biaya rental, maintenance, ataupun bayar leasing.
Tapi sekarang semua macet orang yang rental pun berkurang, bagaimana caranya untuk menutupi bayar leasing, sudah dua bulan saya nombok terus, tolong solusinya.
Salam
Dani
Email :
Dasepanurjani@gmail.com
Jawaban:
Pak Dani,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika segala sesuatunya berjalan sesuai harapan, bukan tidak mungkin melalui penghasilan sewa mobil yang Bapak peroleh, dua tujuan terlaksana sekaligus, yaitu cicilan kredit mobil dapat terlunasi dan keluarga Bapak mempunyai penghasilan tambahan.
Namun investasi, sebagaimana mungkin Bapak juga tahu, seperti mata uang, selalu mempunyai dua sisi, keuntungan dan resiko. Β
Dalam usaha rental mobil yang Bapak lakukan, resiko terburuk yang harus dihadapi adalah menurunnya permintaan terhadap sewa mobil yang mengakibatkan berkurangnya
pemasukan, sementara pengeluaran tetap seperti biaya pemeliharaan dan cicilan kredit mobil tetap harus dikeluarkan.Β Β
Yah, seperti kondisi yang tengah Bapak hadapi saat ini.
Oleh sebab itu, dalam mengambil suatu keputusan untuk berutang, tidak semata-mata didasarkan atas penggunaannya, produktif atau konsumtif, tetapi yang terutama adalah kemampuan kita dalam membayar kembali hutang tersebut.
Memang benar bahwa dengan menyewakan mobil tersebut Bapak akan mendapatkan pemasukan tambahan, tetapi hal tersebut sifatnya tidak pasti dan tidak mengikat,Β sementara cicilan kredit mobil Bapak sifatnya pasti dan mengikat.
Jadi, untuk menghindari Bapak dari kegagalan membayar utang harus ada sumber penghasilan yang rutin/pasti setiap bulannya yang dapat digunakan untuk membayar cicilan utang.Β Β
Penghasilan lain rutin tersebut misalnya :
1. Jika anda memiliki penghasilan lain selain usaha rental mobil. Misalnya anda saat ini bekerja sebagai karyawan maka gaji bulanan yang Bapak peroleh dari kantor tempat Bapak bekerja saat ini, dapat dialokasikan sejumlah tertentu untuk membantu kewajiban usaha
2. Kontrak sewa mobil dengan suatu perusahaan/pelanggan yang waktunya sama dengan jangka waktu kredit yang Bapak ambil kepada perusahaan leasing. Supaya calonΒ penyewa tertarik, sangat disarankan untuk memberikan harga yang kompetitif dibandingkan kompetitor anda.
Jika penghasilan yang ke-2 sulit untuk Bapak capai, dan penghasilan rutin yang ada saat ini hanyalah berupa gaji bulanan saja, harus diperhitungkan lebih dahulu, berapa besar cicilan hutang yang harus dibayar setiap bulannya? Β
Tentunya Bapak tidak menginginkan seluruh gaji bulanan Bapak diperuntukkan untuk membayar hutang bukan? Sebaiknya, total cicilan utang sebuah keluarga tidak lebih besar dari 30% atas penghasilan keluarga tersebut, sehingga masih ada sisa sebesar 70% dari penghasilan tersebut yang dapat digunakan untuk membayar keperluan keluarga lainnya.
Cobalah Bapak berhitung kembali, berapa porsi cicilan hutang Bapak terhadap penghasilan yang diperoleh saat ini? Β
Jika di bawah 30%, kondisi keuangan Bapak saat ini saya rasa cukup aman. Tetapi jika porsi cicilan utang menyerap lebih dari 30% penghasilan Bapak, hati-hati, jika Bapak tidak segera melakukan tindakan penyelamatan, sangat mungkin Bapak akan terjerat masalah utang di kemudian hari.
Ada beberapa beberapa tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan, antara lain yang dapat saya sarankan adalah:
1. 'Menekan pengeluaran'. Lakukan penghematan dengan menekan pengeluaran semaksimal mungkin. Buat daftar pengeluaran, pisahkan antara rutin dan non-rutin, lalu tentukan skala prioritas. Jangan menambah utang. Kenali kebutuhan vs keinginan, agar terhindar dari gaya hidup konsumtif.
2. 'Menambah pemasukan'. Cobalah untuk bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai jaringan/networking yang baik, sehingga usaha rental mobil Bapak tidak sepi dari pelanggan. Jajaki juga alternatif usaha lainnya seperti antar-jemput karyawan/anak sekolah misalnya,Β jika Bapak merasa usaha rental mobil tersebut mulai macet.
3. 'Mengundang pemodal baru'. Karena kondisi perusahaan mengalami kesulitan likuiditas dan beberapa bulan terakhir merugi, maka menambah modal adalah cara yang lazim digunakan. Jika anda memiliki asset tunai yang menganggur, bisa dialokasi sejumlah tertentu ke usaha rental mobil anda. Jika tidak, anda bisa mengundang pemodal baru untuk sama-sama memiliki usaha rental mobil anda.
Pemodal baru ini nantinya berhak mendapatkan keuntungan usaha. Keuntungan usaha atau dividen dibayarkan saat usaha rental mobil mendapat keuntungan. Untuk itu transparansi laporan keuangan usaha harus dijalankan sehingga pemodal baru yakin dengan kapabilitas dan niat anda serta proyeksi usaha di masa depan.
Adapun jumlah modal yang dibutuhkan sebaiknya cukup untuk membiayai operasional usaha dan kewajiban (utang) usaha sampai 12 bulan ke depan. Masa 12 bulan diharapkan cukup bagi usaha rental mobil anda untuk menjalankan langkah-langkah strategis yang bisa meningkatkan kinerja usaha.
Jika anda ingin lebih konservatif, maka persyaratan pemodal baru boleh saja di perbesar, sebaliknya jika anda lebih optimis persyaratan pemodal baru bisa diperkecil. Hal ini tentunya perlu diperhitungkan dengan seksama terkait besar kecilnya usaha.
Semoga dapat membantu.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!