Hasan menceritakan, ide awal memodifikasi motor kesayangannya ialah untuk menjadikan motor kesayangannya menjadi motor harian yang nyaman untuk dikendarai dalam segala aktivitas.
"Konsep yang dipilih scrambler–tracker, ide awal adalah membuat motor harian yang enak dikendarai di Jakarta dan pinggiran Jakarta. Dengan kondisi jalan tidak seragam, kadang mulus kadang berlubang, kadang berlumpur dan tergenang. Sehingga perlu motor yang bisa dual purpose," ujar hasan dalam pesan singkatnya.
Demi mewujudkannya berbagai perubahan pun dilakukan dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan menambahkan untuk bisa melahap segala medan, Hasan pun mengubah suspensi lebih tinggi.
"Shock belakang saya tinggikan sekitar 5 cm. Selanjutnya tidak ada part yang diubah, kecuali filter diganti dengan open filter, pengereman pakai after market, knalpot dan footstep beserta dudukannya custom. Lampu depan dan sein pakai after market, lampu belakang custom. Ban diganti dengan model dual puporse, 17/140 untuk belakang dan 17/130 untuk roda depan. Sedangkan pelek untuk masih menggunakan pelek original," kata Hasan.
Hasan juga menceritakan, untuk bisa menjadikan motor sesuai keinginan. Hasan menghabiskan dana hingga Rp 25 juta.
"Waktu efektif untuk melakukan modifikasi itu sekitar 2 bulan, termasuk dengan pekerjaan disain, dan menghabiskan dana kurang lebih Rp 25 juta," ujar Hasan.
Hasan juga menceritakan, untuk bisa menjadikan motor sesuai keinginan. Hasan menghabiskan dana hingga Rp 25 juta.
"Waktu efektif untuk melakukan modifikasi itu sekitar 2 bulan, termasuk dengan pekerjaan disain, dan menghabiskan dana kurang lebih Rp 25 juta," ujar Hasan.
Nah buat Otolovers yang memiliki motor dan mobil modifikasi serta ingin mejeng di detikOto, langsung saja kirim gambar mobil/motor Anda, sertakan komponen-komponen apa saja yang diubah.
Klik di sini untuk mengirim foto mobil atau motor Anda. Usahakan foto dalam format landscape (hindari portrait) dengan rasio 16:9 agar foto bisa disajikan dengan utuh.
Klik di sini untuk mengirim foto mobil atau motor Anda. Usahakan foto dalam format landscape (hindari portrait) dengan rasio 16:9 agar foto bisa disajikan dengan utuh.

Komentar Terbanyak
Pabrik BYD di Subang Digeruduk Ormas Lagi
Digeruduk Ormas, Sudah Segini Jumlah Pekerja Lokal di Pabrik BYD Subang
Hampir Separuh Pemilik Kendaraan di Indonesia Belum Bayar Pajak