First Impression Honda CBR250RR Baru: Kekar tapi Lincah

ADVERTISEMENT

First Impression Honda CBR250RR Baru: Kekar tapi Lincah

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Jumat, 07 Okt 2022 13:20 WIB
Honda CBR250RR ditest di fasilitas AHM
Menguji Honda CBR250RR, bagaimana performanya? (Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikoto)
Jakarta -

Setelah diluncurkan dua pekan lalu, redaksi detikOto berkesempatan menjajal langsung Honda CBR250RR. Sesi pengujian tersebut digelar di sirkuit khusus PT Astra Honda Motor (AHM) yang letaknya tak jauh dari fasilitas safety riding mereka di Cikarang, Jawa Barat. Bagaimana impresi motor yang dijual mulai harga Rp 62 jutaan ini?

Sebelum sesi test ride dimulai, seluruh peserta dilengkapi dengan riding gear atau perlengkapan berkendara lengkap. Mulai dari helm, jaket, sepatu, sarung tangan, hingga pelindung lutut dan siku. Setelah itu rombongan dibagi menjadi empat batch dan detikOto kebagian di batch keempat atau akhir.

Sesi pengujian sendiri tak dilakukan secara bebas, alias dikawal voorijder di depan dan belakang. Sehingga, kecepatan peserta dibatasi melalui pergerakan vorijder di baris terdepan. Namun, di sejumlah kesempatan, kami diperbolehkan memacu kendaraan lebih kencang.

Biar lebih mudah memahaminya, kami telah merangkum impresi atau kesan pertama menjajal Honda CBR250RR baru di Sirkuit AHM. Yuk, simak artikelnya hingga selesai, detikers!

Honda CBR250RR ditest di fasilitas AHMHonda CBR250RR ditest di fasilitas AHM Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikoto

Posisi Berkendara

Seperti motor sport pada umumnya, posisi berkendara Honda CBR250RR baru dibuat racy atau merunduk. Desain tersebut bertujuan untuk meminimalisir hambatan angin, sehingga motor bisa melesat lebih cepat.

Meski dibuat racy, namun karakter motor tersebut sebenarnya tak terlalu merunduk. Sebab, setang jepitnya dibuat agak tinggi agar lebih nyaman digunakan harian. Lebih lagi, tinggi joknya hanya sekira 790 milimeter. Hal itu membuat pengendara dengan postur 170 cm bisa menapak dengan sempurna.

Sementara desain tangkinya yang dibuat besar dan tajam memudahkan pengendara saat bermanuver kencang di lintasan. Di kedua sisinya terdapat bagian seperti ceruk yang membuat paha lebih nyaman mengapitnya.

Sayangnya, ukuran dan desain tangki tersebut kemungkinan akan menyulitkan pengendara saat digunakan harian di jalanan umum, apalagi di lokasi macet yang ramai pemotor dan pemobil.

Honda CBR250RR ditest di fasilitas AHMHonda CBR250RR ditest di fasilitas AHM Foto: Septian Farhan Nurhuda/detikoto

Performa

Honda CBR250RR baru dibekali mesin 250cc DOHC dua silinder 8 katup yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 42 PS dan torsi puncak 25 Nm. Secara performa, tunggangan tersebut mengalami sedikit peningkatan dibandingkan model sebelumnya. Eits, tapi bagaimana nih rasanya?

Kami menjajal Honda CBR250RR baru dengan berbagai riding mode yang tersedia, mulai dari comfort untuk penggunaan santai di trek pelan, sport untuk penggunaan sedang atau medium, dan sport+ untuk bermanuver lebih kencang dan ekstrem. Menariknya, ketiga mode itu terasa sangat nyaman dan natural.

Sebenarnya, jika diadu dengan model sebelumnya, tak ada perbedaan signifikan yang terasa. Putaran bawah hingga tengah terasa cukup menjambak, sementara putaran atasnya cukup memuaskan untuk ukuran motor di kelasnya.

Di sesi akhir sebelum test ride berakhir, kami diperbolehkan memacu kencang motor di trek lurus yang terbilang panjang. Kami mencatatkan top speed hingga 140 kilometer per jam sebelum kemudian bertemu tikungan. Kabarnya, jika pengendara cukup berani, motor tersebut bisa dipacu hingga 180 kilometer per jam.

Keseimbangan Honda CBR250RR baru saat dibawa ngebut juga membuat kami terkesan. Kendaraan tersebut sangat anteng, tenang, dan tidak oleng sama sekali. Hal ini seakan membuktikan klaim Honda yang menyebut tunggangan tersebut didesain presisi layaknya motor gede (moge).

Bukan hanya itu, keberadaan quick shifter juga membuat pengalaman 'kebut-kebutan' kami terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

[Lanjut Halaman Berikutnya: Handling]



Simak Video "Ini Dampak Motor Diisi Bensin yang Terlalu Tinggi RON-nya"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT