Rabu, 11 Des 2019 19:45 WIB

Ototest

Berkenalan dengan Kawasaki W175 TR

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memberikan kesempatan pada pewarta otomotif untuk mengulas Kawasaki W175 TR. Pengujian dilakukan di kawasan BSD City, Tangerang melewati jalan aspal dan tanah. Kondisi jalan pun keduanya dalam keadaan kering.



Sebelum masuk ke ulasan perlu diingat bahwa pengalaman berkendara berbeda satu dengan lainnya. detikcom yang bertugas memiliki berpostur tinggi 183 cm dan berat badan sekitar 72 kg. Tentunya pengalaman berbeda bisa dirasakan oleh postur pengendara lainnya.

Untuk tongkrongan Kawasaki W175 TR, motor ini cukup 'mini' untuk postur yang tinggi. Sehingga ketika Kawasaki mengatakan motor ini dibuat lebih tinggi tak memberi perbedaan berarti bagi tim detikcom yang mencicipinya.

Kawasaki W175 TRKawasaki W175 TR Foto: Rizki Pratama


Ketika stang dibelokan habis, lutut nyaris saja membentur ujung stang. Sementara itu karena pengendara cukup tinggi kaki sangat bebas menapak tanah dengan posisi lutut ditekuk. Segitiga ergonomi dari motor itu terbilang cukup proporsional.

Lanjut ke sesi pengujian, perjalanan dimulai dengan menjajal jalan aspal di beberapa ruas jalan BSD City. Meski melaju bersama pengendara lain, ada petugas patroli jalan raya yang mengawal sehingga dapat memacu kecepatan penuh. Berliuk-liuk menyalip mobil pun dapat dilakukan dengan leluasa.



Dalam lintasan lurus motor ini nyaris dapat menyentuh jarum 110kpj. Pada saat kecepatan puncak kendali cukup stabil bahkan saat pengereman mendadak rem dan suspensi mampu mencengkeram dan memberikan respon baik.

Lanjut saat menikung landai di kecepatan tinggi maupun tikungan tajam motor cukup mudah dikendalikan. Hal ini memberikan kepercayaan diri dalam melakukan manuver. Bisa dikatakan mudahnya kendali ini berasal dari bobot Kawasaki W175 TR yang lebih ringan dari versi Classicnya.

Kawasaki W175 TRKawasaki W175 TR Foto: Agung Pambudhy


Lanjut ke kinerja kaki khususnya suspensi, mari dilihat dari dua medan yang berbeda. Untuk di aspal yang kebetulan di jalan terdapat beberapa polisi tidur. Suspensi mampu meredam hentakan dengan lumayan baik. Begitu juga ketika melibas tanah dan juga berkerikil ayunan suspensi cukup nyaman melakukan manuver.

Sayangnya ketika tiba-tiba menemukan lubang jalanan yang cukup terjal, suspensi belakang dirasa sedikit lambat merespon. Hal ini memberikan kesan suspensi terasa keras.

Dapat disimpulkan dari performanya motor ini dapat diandalkan untuk daerah perkotaan yang padat. Kemampuan melibas aspal dan tanah dirasa cukup untuk motor di kelasnya. Tongkrongan klasiknya pun memang cukup meningkatkan kepercayaan diri karena seiring dengan tren kekinian. Namun bagi anda yang mengincar performa meletup-letup nan bertenaga mungkin akan sedikit kecewa dengan hasil semburan dari mesinnya ini.

Simak Video "Kawasaki Ninja ZX-25R Meluncur ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com