Sabtu, 29 Sep 2018 14:38 WIB

Laporan dari AS

Menelusuri Jalur Perbukitan California dengan Motor 650 cc

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Royal Enfield Continental GT 650 Foto: Rangga Rahadiansyah Royal Enfield Continental GT 650 Foto: Rangga Rahadiansyah
Santa Cruz, California - Hari kedua pengujian motor dua silinder Royal Enfield detikOto mencoba Royal Enfield Continental GT 650 Twin di California, Amerika Serikat. Kali ini rutenya agak berbeda dengan pengujian Interceptor yang lebih banyak di highway, Continental GT diuji lebih banyak di jalur perbukitan yang berliku-liku naik-turun.

Riding menggunakan Interceptor 650 Twin cukup jauh, yaitu 139 mil atau sekitar 223 km. Jalurnya lebih banyak menikung sekaligus untuk menguji stabilitas motor bergaya cafe racer ini dalam menaklukkan tikungan.



Feeling respons mesinnya rasanya sana saja dengan Royal Enfield Interceptor 650 Twin yang sebelumnya sudah detikOto pakai di highway California. Maklum, keduanya sama-sama menggendong mesin 648 cc berpendingin udara-minyak dengan konfigurasi dua silinder segaris.

Tenaga mesin itu mencapai 47 daya kuda pada 7.250 rpm dengan torsi maksimal 52 Nm pada 5.250 rpm. Uniknya, 80 persen torsi sudah tersedia pada 2.500 rpm sehingga mesin terasa mulus. Mesin ini sudah dibekali teknologi injeksi bahan bakar. Mesin dikawinkan dengan transmisi enam percepatan yang memiliki sistem assist and slipper clutch.

Posisi riding Continental GT 650 ini memang agak menunduk, walaupun tidak terlalu membungkuk seperti motor sport fairing pada umumnya. Hanya, memang mengendarai Continental GT 650 lebih melelahkan ketimbang Interceptor.



Royal Enfield Continental GT 650 Twin ini memang cocok digunakan untuk cornering. Bahkan, beberapa kali detikOto menikung dengan kecepatan di atas 80 km/jam tanpa ada kendala. Motor terasa sangat stabil. Apalagi suspensi belakang yang bisa diatur telah diseting lebih rigid sehingga memberikan kestabilan yang lebih baik ketika menikung.

Pengereman menjelang tikungan juga lebih pede berkat adanya sistem ABS. Terlebih, motor ini punya slipper clucth untuk mencegah roda belakang mengunci ketika turun gigi (engine brake) menjelang tikungan. Turun gigi tidak ada hentakan yang terlalu mengganggu.

Soal kecepatan tertinggi, kami juga sempat menggeber motor ini di highway yang kosong. Hasilnya sangat luar biasa. Kecepatan lebih dari 80 mil per jam atau sekitar 150 km/jam bisa dipacu tanpa kendala.

Bahkan getaran mesin yang terkenal ada di Royal Enfield pun tidak terasa di mesin 2 silinder terbaru ini. Salah satu rider di rombongan bahkan mengaku sempat memacunya sampai 180 km/jam! Dengan menunduk pastinya untuk mencegah tamparan angin dari depan yang menghambat laju. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed