Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 12 April 2018, 18:41 WIB

Ototest

Merasakan Macet Bersama Suzuki GSX-S 150

Ruly Kurniawan - detikOto
Merasakan Macet Bersama Suzuki GSX-S 150 Suzuki GSX-S 150 Saat Touring ke Puncak. Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta/Bogor - Setelah menguji keandalan motor naked 150 cc dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melintasi Jawa (Jakarta-Purwokerto) beberapa waktu lalu, kini detikOto akan kembali membuktikan kenyamanan GSX-S150 yang diklaim asik dibawa sehari-hari.

Bukan tentang kecepatan dan akselerasi, karena hal tersebut tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Toh, Suzuki memang membuat motor ini asik dibawa melaju dengan kencang. Belum lagi dimensinya yang ramping dan terbilang ringan dibanding roda dua sekelasnya.



Tapi, pada kesempatan ini motor asal Jepang tersebut akan dibawa bermacet-macetan di kawasan Jakarta menuju Puncak dan sebaliknya. Hmm, bagaimana rasanya ya Otolovers? Berikut ulasannya.

Seperti yang dapat dilihat dan ditulis oleh detikOto sebelumnya, masalah desain dan bobot memang Suzuki GSX-S150 patut diacungi jempol. Maka tak salah bila motor tersebut diklaim nyaman dipakai sehari-hari.

Bila berbicara tentang detail, dapat dilihat mulai dari tangki yang bentuk lekukannya sangat pas dengan jepitan kedua paha dan bodi bagian tengah sampai belakang yang ramping sangat memanjakan para pengemudinya untuk mudah mengendalikan motor. Tak usah memakai teknik dan hal-hal khusus untuk mengendalikan naked bike ini.

Suzuki GSX-S 150. Suzuki GSX-S 150. Foto: Dadan Kuswaraharja


Fitur lainnya pun menambah sisi motorsport GSX-S150 seperti Speedometer LCD digital, besaran ban, stang kemudi, dan lainnya.

Ketika ngegas GSX-S150 dari Jakarta, memang rasa nyaman dan ringan yang dirasakan detikOto. Apalagi pada saat itu situasi jalan tidak terlalu padat kendaraan, maka makin asik untuk memutar gas motor tersebut.



Namun ketika sudah masuk kawasan Sentul yang cukup berlubang, padat kendaraan, serta berliku, GSX-S150 kelir merah yang dibawa detikOto masih sangat stabil dan nyaman, tidak ada rasa gelisah sama sekali. Terimakasih kepada dimensi, total bobot, dan ban yang dikawinkan di motor tersebut.

"Dengan diameter pelek yang besar pada GSX-S 150 ini, membuat putaran lebih enteng, dan jika terkena lubang juga tidak terlalu berasa, karena seperti di motor tril dibuat peleknya agak besar, untuk meredam (dari kondisi jalan yang rusak), biar ga terpontang-panting," tutur Bagian Teknikal SIS, Dadan beberapa waktu lalu.

Masuk daerah puncak yang sudah cukup padat ketika hari menjelang siang, detikOto tidak merasakan beban yang berarti ketika harus bermacet-macetan. Hal tersebut karena posisi berkendara GSX-S150 yang cukup memanjakan pengemudinya (tinggi detikOto ketika mencoba motor tersebut sekitar 175 cm dengan berkendara sekitar 30-40 km/jam).

Perasaan pegal dan tidak nyaman berkendara cukup terasa ketika berkendara dari Puncak-Jakarta mengambil jalur Bogor. Pada saat itu memang curah hujan cukup tinggi dan jalur yang diambil oleh detikOto sangat padat kendaraan.

Meskipun seperti itu, memang rasa nyaman masih sangat terasa di GSX-S150 dibanding naked bike sejenisnya. Berkelok-kelok dan melintasi medan berbukit yang cukup rusak pun tak masalah. Begitu juga rasa pegal dan lelah yang memiliki interval cukup panjang.

Secara keseluruhan, bila dibandingkan kendaraan serupa, bermacet-macetan dengan GSX-S150 tidak masalah karena rasa pegal dan lelah datang cukup lama (tidak gampang pegal dan lelah). Hal tersebut dikarenakan posisi berkendara yang nyaman, stir kemudi yang tegak, dan rendahnya bobot motor.

Bila dibandingkan dengan skutik, bisa dibilang tidak jauh berbeda. Tapi tetap saja rasa pegal dan lelah berkendara di keadaan padat kendaraan, lebih kecil ketika berada di belakang kemudi skutik. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed