Lokasi yang dipilih untuk menguji All New Honda CBR150R ini adalah Sirkuit Sentul Karting atau akrab dengan sebutan 'Sentul Kecil'. Sirkuit ini memang tidak banyak lintasan lurus. Jadi, performa mesin hingga batas maksimal belum bisa dinilai. Kecepatan maksimal juga tidak sempat didapat.
Namun, Sirkuit Sentul Karting ini memiliki 14 tikungan. Banyaknya tikungan itu bisa membuktikan ketangguhan manuver motor sport ini. Karakter sirkuit yang pendek dan harus sering-sering mengerem sebelum memasuki tikungan juga bisa menggambarkan karakter jalanan perkotaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Desain yang lebih padat
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Secara keseluruhan, desain motor ini tampak lebih meruncing. Berbeda dengan CBR150R generasi sebelumnya yang cenderung lebih bulat dan besar.
Bodi All New CBR150R kini lebih padat dan kompak. Alhasil, kesan sporty pada motor ini makin mencuat.
Dilihat dari bagian depan, CBR150R generasi terbaru ini terlihat lebih meruncing. Lampu depan dengan teknologi LED menjadikan motor ini terlihat lebih agresif.
Desain kokpit kini terasa 'racing'. Desain depan lebih rendah dan ramping agar pandangan rider lebih jelas. Tampilan Cockpit View dengan desain baru Panelmeter yang ramping dilengkapi indikator digital yang mudah terlihat serta Aeroplane Fuel Cap yang menunjang karakter balap.
Joknya kini jauh lebih sporty. Jok rider dan jok penumpang terpisah lebih tinggi yang menambah kesan sport.
Begitu juga jika dilihat dari bagian belakang. Lampu belakang yang simpel mengusung teknologi LED. Untuk menambah kesan sporty, fender belakang pun bisa mudah dipasang atau dilepas dengan menggunakan beberapa baut.
Motor ini memiliki dimensi panjang 1.983 mm, lebar 694 mm dan tinggi 1.038 mm. Jarak sumbu rodanya sepanjang 1.311 mm, jarak terendah ke tanag 166 mm, ketinggian tempat duduk 787 mm. Sementara berat kosongnya 135 kg dengan kapasitas tangki bahan bakar 12 liter.
AHM kini memiliki jagoan warna baru pada All New CBR150R ini. Warna itu adalah Honda Racing Red yang mengadopsi warna tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) dengan dominasi warna merah-putih. Selain warna itu, ada juga warna Revolution White, MotoGP Edition (warna khas motor MotoGP Repsol Honda) dan Nitro Black.
2. Posisi riding
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Meski jok rider dan penumpang terpisah cukup jauh dibandingkan generasi sebelumnya, jok rider masih terbilang luas. Duduk di atas CBR150R terbaru ini tidak terlalu melelahkan, setidaknya saat detikOto menggunakannya di Sirkuit Sentul Karting selama 5 putaran. Sebab, posisi duduknya tidak terlalu menunduk untuk detikOto yang memiliki tinggi badan 180cm.
Tapi, jika ingin duduk menunduk untuk mendapatkan aerodinamika, posisi duduk juga bisa bergeser agak ke belakang. Joknya yang masih luas bisa menyediakan posisi duduk yang lebih sporty.
Kedua paha detikOto dengan mantap mengapit tangki bensin motor ini yang dibuat dengan lekukan. Ketika mengapit tangki bensin itu, detikOto dengan pede bermanuver di sirkuit ini.
3. Handling
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Suspensi depan menggunakan suspensi tipe teleskopik. Sementara suspensi belakang menggunakan lengan ayun dengan suspensi tunggal (sistem Pro-Link). Ban depan memakai ban tubeless berukuran 100/80-17 52P dan ban belakang tubeless berukuran 130/70-17 62P.
Karena menggunakan ban bertapak lebar, detikOto tak ragu saat melakukan manuver di atas lintasan balap ini. Dengan lincahnya motor ini 'nurut' saat diajak menikung.
Ketika menikung, stabilitas motor ini tetap terjaga. Suspensi tidak terlalu memantul saat detikOto melakukan manuver. Sebanyak 14 tikungan ke kiri dan ke kanan di lintasan ini dengan lancar dilalui CBR150R ini. Tapi, belum diketahui bagaimana kualitas suspensi ketika berkendara di jalanan yang bergelombang.
4. Performa
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Sebagai gambaran, All New CBR150R ini menggunakan mesin 4 langkah, DOHC-4 katup berkubikasi 149.16cc dengan kompresi 11,3:1. Mesin itu mengusung pendingin cairan dengan auto fan dan sistem suplai bahan bakar PGM-FI.
Hasilnya, mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 17,1 PS pada 7.000 RPM dengan torsi 13,7 Nm pada 7.000 RPM. Tenaga dan torsi itu disalurkan ke roda melalui transmisi manual 6 percepatan dengan kopling tipe basah.
detikOto menilai, Honda CBR150R ini menyajikan tenaga berlimpah sejak akselerasi awal hingga puncaknya dengan rentang performa yang panjang. Dari putaran rendah, motor ini masih memberikan respons yang baik.
Terbukti, ketika detikOto keluar dari tikungan, dengan menggunakan gigi 3 dan putaran mesin rendah saja mesin masih memberikan respons. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan kecepatan tinggi.
Perpindahan gigi pun halus. Apalagi, rentang RPM cukup jauh sehingga 'napas' motor ini lebih panjang.
Sistem pengereman juga sudah baik. Dengan menggunakan rem tipe cakram hidrolik di depan dan belakangnya, mengurangi kecepatan menjelang tikungan lebih mantap.
5. Kesimpulan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Buktinya, tampilan CBR150R berubah total. Dari desain generasi sebelumnya yang besar dan membulat, kini CBR150R jauh lebih futuristik dengan desain yang meruncing dan padat. Desain motor ini sudah mewakili karakter khas motor sport.
Soal performa, pada putaran bawah hingga atas motor ini responsif. Tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan kecepatan tinggi.
Begitu juga dengan handling. detikOto lebih pede saat bermanuver di lintasan Sentul Karting menggunakan All New CBR150R ini. Motor masih stabil saat menikung tajam.
Soal kekurangan, sama seperti motor sport pada umumnya, All New CBR150R ini tidak memiliki kick starter. Untuk menyalakan mesin hanya mengandalkan electric starter. Hal itu mungkin agak menyulitkan ketika sistem kelistrikan sedang bermasalah.
Namun, itulah kecenderungan motor sport saat ini. Motor sport fairing pada umumnya--tidak hanya Honda CBR150R--memang tidak memiliki kick starter.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM