Beruntung, detikOto dipilih oleh AHM untuk langsung menjajal ketangguhan moge-nya itu di jalanan Pulau Dewata dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kesempatan emas itu, detikOto hanya mendapatkan kesempatan menjajal moge Honda CB500F.
Acara touring yang melibatkan 10 konsumen pertama moge Honda, jajaran direksi AHM dan awak media ini dimulai esok harinya setelah acara peluncuran yang dilakukan di Nusa, Dua, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Esok harinya, matahari yang masih belum penuh menyinari Pulau Dewata, desiran ombak, ditambah kicauan burung di sekitar hotel yang berada di Nusa Dua, Bali menghantarkan awak media ke tempat berkumpulnya para riders, tepatnya di hotel Nikko, Nusa Dua, Bali.
Di tempat itulah, para peserta touring berkumpul untuk memulai aktivitasnya menjelajahi beberapa daerah di Bali. Seluruh riders termasuk detikOto bersiap-siap dan melakukan peregangan otot sebelum touring di mulai.
Arahan dari bapak-bakap polisi yang memimpin touring pun dimulai, tak lama dari itu, tim dari AHM melepas touring dan seluruh riders yang berjumlah kurang lebih 20 motor ini berjalan dengan tujuan utama ke Kintamani, Bali.
Nah, mau tahu bagaimana rangkaian touring big bike Honda ini dan bagaimana rasanya menunggangi moge Honda CB500F di jalanan Pulau Dewata dan Lombok? Mari kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
2. Akselerasi dan handling
|
|
Esok harinya ketika tiba di Lombok, kekecewaan para riders pun bisa terobati, karena jalanan di Lombok itu begitu sepi sehingga para riders bisa menggeber performa moge-mogenya.
Saat menuju daerah Kuta-Lombok, ada satu jalan lurus yang cukup panjang. Dari sinilah, seluruh riders termasuk detiOto bisa menggeber moge Honda. Memang tidak akan maksimal, tapi setidaknya bisa merasakan menggeber moge Honda dengan kecepatan di atas 120 km/jam.
Saat itu, detikOto hanya bisa tembus dengan kecepatan 130 km/jam, mengingat panjangnya rangkaian touring dan demi keselamatan dan keamanan bersama. Meski belum maksimal, tapi detikOto bisa merasakan akselerasi CB500F yang galak di putaran atas dan bawah.
Sekarang kita berbicara mengenai handling, lepas jalan yang lurus, para peserta touring disuguhkan dengan jalanan yang meliuk-liuk baik itu turunan atau pun tanjakan. Semua jalanannya dimoninasi jalanan berkelok.
Disinilah, detikOto bisa merasakan handling dari moge Honda CB500F. Hasilnya, moge ini sangat nyaman untuk diajak bermanuver di jalanan yang meliuk. Setangnya sangat mudah dikendalikan ketika berkelok-kelok dengan kecepatan 90 km/jam.
Peredam kejutnya juga didesain cukup nyaman, sehingga ketika melintasi jalanan yang kurang bagus, pengendara masih terasa nyaman dan stabil.
3. Desain
|
Honda CB500F (Aditya-detikOto)
|
Bagian depannya dibuat cukup modern. Meter clusternya juga sudah mengadopsi sistem digital dan setang kemudinya tidak terlalu panjang dan pendek sehingga sangat cocok dikendarai oleh orang Indonesia. Apalagi, moge ini tidak memiliki dimensi tinggi yang terlalu berlebihan.
Desain lampu belakangnya juga sangat futuristik, ditambah lagi dengan 2 lampu sein belakang yang berpadu dengan lampu rem yang ciamik.
Tapi, naik motor ini rasa menunggangi moge-nya kurang begitu kental. Sebab, ada beberapa bagian yang membuat karakter mogenya tidak terlalu menonjol.
"Mirip Tiger atau Mega Pro, tapi ini versi gedenya," celetuk salah satu blogger yang juga ikut touring.
4. Kesimpulan
|
deretan moge Honda (Aditya-detikOto)
|
Berbicara mengenai poin plus, moge Honda CB500F ini benar-benar sangat nyaman digunakan touring jarak jauh dan digunakan untuk harian juga pasti tidak kalah nyamannya. Meski berkendara selama berjam-jam, pengendara tidak mudah pegal atau lelah.
Selain moge-nya yang didukung dengan teknologi canggih dan modern, rasa nyaman saat berkendara juga didukung oleh posisi duduk yang nyaman. Ketika duduk, pengendara sudah langsung mendapatakn posisi yang nyaman dan siap berkelana jarak jauh.
Mengenai aksekerasi juga tak kalah menariknya. Moge Honda CB500F ini baik diputaran atas maupun putaran bawah sangat mumpuni. Saat detikOto melintasi jalanan yang menanjak dengan menggunakan gigi 4, moge pun tetap bisa berjalan normal dan tidak ada bunyi kletek-kletek pada rantai.
- Poin Minus
Layaknya manusia, motor juga tidak ada yang sempurna. Ada beberapa koreksi yang harus dilakukan oleh Honda. Pertama menurut penilaian detikOto, desain atau karakter moge pada CB500F kurang begitu kental, ada baiknya di generasi berikutnya, karakter moge-nya bisa diperkuat.
Bukan dari suara mesin yang kurang meraung, tapi lebih kepada desain dan dimensi keseluruhannya. Jika sekilas berpapasan di jalan, pasti banyak orang yang mengira itu adalah motor sport biasa bukan moge.
Kekurang dari Honda CB500F hanya itu saja, untuk keseluruhannya benar-benar tidak mengecewakan. Bravo Honda!
Halaman 2 dari 4












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk