Untuk memaksimalkan sepeda motor dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit, Yamaha tak segan membawa teknologi mesin 'Inti Biru' atau Blue Core ke Indonesia. Di ajang Indonesia Motorcycle Show akhir Oktober lalu, pabrikan berlogo garpu tala itu memang telah membuat penasaran dengan hanya membuka sedikit kain selubung yang menyelimuti motor berteknologi Blue Core pertama di Indonesia.
Ternyata, motor pertama yang menggunakan Inti Biru di Indonesia adalah skuter matik (skutik) Yamaha Mio 125. Beberapa waktu lalu, detikOto pun mendapat kesempatan untuk pertama kali melihat dan menjajal Mio 125 terbaru di sirkuit kecil Sentul.
Memang, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memproduksi Mio 125 yang mengusung teknologi Blue Core ini dengan memaksimalkan efisiensi bahan bakar tanpa mengesampingkan performanya. Alhasil, konsumsi bahan bakar yang dihasilkan lebih irit dengan tenaga yang tetap maksimal. Di skutik Vietnam, skutik Nozza Grande yang telah dibekali Inti Biru itu mampu menempuh jarak 54 kilometer dengan bahan bakar satu liter. Bagaimana dengan Mio 125 Blue Core?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Desain Berjiwa Muda
|
|
Skutik Yamaha Mio 125 Blue Core yang diuji coba di Sirkuit Go Kart Sentul itu memiliki empat varian warna. Warna yang ditawarkan itu adalah warna hitam, merah, putih dengan campuran warna hitam dan merah di striping serta paduan warna putih dan pink.
"Kemungkinan ada warna kuning," kata Staff Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Sentul.
2. Posisi Berkendara
|
|
Selain itu, kaca spion yang juga sama dengan beberapa varian Yamaha Mio berada di posisi yang pas. Cukup melirik spion sedikit saja, detikOto bisa melihat dengan jelas objek yang ada di belakang. Selain itu, tampilan speedometer, indikator bahan bakar, trip meter, indikator lampu beam, oli, lampu sein dan eco riding dikemas di dalam cluster meter yang terlihat cukup jelas saat berkendara.
3. Performa Maksimal Mio 125 Blue Core
|
|
Mulai memasuki arena, detikOto mencoba lagi akselerasi motor ini secara maksimal. Di trek lurus pertama yang berjarak sekitar 200 meter, detikOto memacu skutik itu hingga kecepatan 60 km/jam. Kecepatan itu seharusnya masih bisa dipacu lebih tinggi lagi. Tapi sayangnya, tikungan pertama semakin mendekat sehingga detikOto harus memperlambat kecepatan.
Saat putaran pertama hampir selesai, detikOto mencoba menikung di tikungan terakhir dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Dengan begitu, detikOto bisa memacu skutik lebih cepat lagi untuk melaju di atas lintasan lurus berjarak 200 meter itu. Tapi, lagi-lagi kecepatan itu sebenarnya masih bisa ditempuh lebih tinggi. Sebab, lintasan lurus itu jaraknya kurang panjang untuk memacu motor dengan kecepatan lebih tinggi. Alhasil, kecepatan maksimal yang sempat detikOto capai adalah sekitar 70 km/jam.
"Trek lurusnya masih kurang panjang. Di depan udah tikungan lagi," kata beberapa awak media yang menjajal Mio 125 Blue Core bersama detikOto.
4. Handling
|
|
detikOto mencoba melewati tikungan dengan kecepatan cukup tinggi sekelas motor skutik. Alhasil, untuk membelokkan motor itu pun detikOto harus memiringkan motor. Tapi, meski sedikit lebih miring ketika berbelok, skutik itu tidak selip karena ditopang dengan ban berukuran 70/90-14 di bagian depan dan 80/90-14 di belakang.
5. Konsumsi Bahan Bakar
|
|
Ternyata teknologi Blue Core yang digadang-gadang lebih irit 50 persen dari motor karburator benar adanya. detikOto ikut membuktikan keiritan konsumsi bahan bakar dengan menunggangi Yamaha Mio 125 Blue Core memutari Sirkuit Go Kart Sentul sebanyak 10 putaran. Panjang total yang ditempuh detikOto mencapai 12,3 km. Angka itu didapat dari selisih odometer terakhir 80,2 dan odometer awal 67,9. Untuk menempuh jarak 12,9 km itu, Mio 125 yang ditunggangi detikOto hanya meminum 0,14 liter bahan bakar dengan kecepatan maksimal 51,7 km/jam dan kecepatan rata-rata 38,7 km/jam. Hasilnya, konsumsi bahan bakar Mio 125 Blue Core yang detikOto tunggangi adalah 87,9 km/liter. Bahkan, salah satu awak media lain mampu mencatat angka konsumsi 111 km/liter.
Selain angka itu, Mio 125 Blue Core dilengkapi dengan indikator eco ride. Jika indikator Eco itu menyala, maka artinya si pengendara tengah berkendara dengan cara lebih irit (eco ride). Selama sepuluh kali memutari lintasan itu, lampu indikator di skutik yang dikendarai detikOto menyala selama 18 menit 16 detik.
6. Kekurangan
|
|
Tapi, seperti sebuah ungkapan 'Tak ada gading yang tak retak', Mio 125 ini menurut detikOto juga memiliki sedikit kekurangan. Kekurangannya adalah di tuas gas yang terlalu ringan ditarik. Alhasil, untuk mengatur buka tutup gas agar bahan bakar tetap irit pun cukup sulit. Selain itu, ketika detikOto menempuh kecepatan di atas 60 km/jam, mesin juga sedikit bergetar.












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan