Membuktikan Arti dari Sebuah Nama

Ototes

Membuktikan Arti dari Sebuah Nama

- detikOto
Kamis, 16 Okt 2014 15:09 WIB
Membuktikan Arti dari Sebuah Nama
Jakarta -

Keengganan langsung menyergap, ketika siang hari di awal pekan lalu - seorang teman sekantor meminta saya untuk melakukan uji jalan atau bahasa kerennya test ride, motor sport Honda, CBR150, versi rakitan lokal.

Maklum, toh sama saja. Terlebih berbagai bumbu cerita yang saya terima menyebutkan hal yang sama.

"Getaran mesin masih terasa meski menggunakan sasis delta box, suspensi lembek, dan akselerasi kurang jrengg. Apalagi handling-nya," begitulah berbagai pernyataan yang kerap saya dengar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, apa mau dikata, tugas harus saya laksanakan. Meski dengan berat hati, perintah harus dituruti. Saya tersenyum kecut, teman itu masih memberi pesan. "Yang ente tes ini beda, dia rakitan lokal. Orang menyebutnya kental dengan DNA balap," ujarnya.
Β 
"Hayyah…tak ada kecap nomor 16, semuanya nomor satu," jawab saya dalam hati.

Waktu pun terus beranjak hingga ke tepian malam. Saya segera membawa motor bermesin 150 cc itu ke arah Bintaro. Saya ingat betul di fly over, depan persis Kebayoran Residence, sering menjadi arena balap.

Waktu telah berada di pengujung hari alias menjelang dini hari. Jalanan lengang, memang saya tunggu. Tak ingin membuang waktu, saya pun mencari ujung jalan, agar motor bisa masuk ke trek flyover.

Dan brumm… Motor saya pacu, melesat hingga 120 kilometer per jam.
Saya mencoba melakukannya berulang kali. Hasil tetap sama.
Saya ingin mencoba lagi. Sayang, hari telah beranjak pagi, dan saya musti pulang.

Keesokan harinya, saya kembali mencoba motor ini di jalanan sepi. Kali ini, di wilayah Taman Tekno, BSD City. Saya sengaja memilih tenpat yang arus lalu lintasnya cukup ramai. Tujuannya satu, untuk mengetahui sejauh mana kenyamanan motor sport ini jika dipakai sebagai motor harian.

Memang, pengujian ini, masih jauh dari sempurna, karena dilakukan dalam waktu dan tempat yang terbatas. Meski begitu, setelah melakukan beberapa kali uji jalan, kesimpulan subyektifitas saya sebagai berikut.

1. Posisi duduk

Rachman - detikOto
Meski sedikit jinjit saat nangkring di atas jok, namun feeling saya merasa nyaman. Bagian depan jok yang lebih pipih dibanding model sebelumnya, dan bagian pinggirnya yang lebih miring membuat saya duduk dengan nyaman.

Paha terasaΒ  bisa menjepit tangki bahan bakar. Saat itulah perasaan aman dan nayman jika saja harus bermanuver, seketika memenuhi benak saya.Β  Sehingga meski harus sedikit jinjit, sayaΒ  masih percaya diri, karena posisi duduk yang nyaman.

Kenyamanan ini terbukti ketika motor sudah saya jalankan. Stabilitas yang terjaga dan respon mesin yang enteng, membuat saya tergoda memacunya di jalan raya.

2. Mesin

Rachman - detikOto
Sesaat setelah saya memutar kuncik kontak dan menekan tombol starter elektrik, deruman suara yang keluar halus. Ini yang membuat anggapan saya bahwa motor sport harus ingar bingar dengan ledakan suara dari knalpot yang membahana, segera sirna.

"Desain knalpotnya baru, lebih panjang. Ada sensor 02 yang dipasang di leher. Itu yang membuat suaranya lebih halus," ujarΒ  teman lama saya,

Maman Firmansyah, seorang mekanik diler Honda di kawasan Ciledug Raya, ketika ditanya soal itu. TakΒ  cuma itu. Mesin 150cc, DOHC, 4-valve yang diklaim bertenagaΒ  17,1 dk yang diusung motor itu juga mampu membuktikan ketangguhannya.Dengan sedikit tarik tuas gas, tenaga yang menyembur cukup besar.

Pada saat melakukan akselerasi dari kecepatan 10 kilometer per jam hingga top speed 130 atau mentok diΒ  spidometer, saya tak banyak menemukan kesulitan. Motor dengan cepat wussss melesat.
Β 
Memang, saya takΒ  bisa melirik jam tangan untuk melihat berapa detik akselerasi itu terjadi. Tetapi, yang pasti, kejadian itu begitu cepat terjadi.

Maklum 150cc, DOHC, 4-valve, 6-speed, berpendingin cairan yang diklaim memiliki tenaga 17, 1 dk pada 10.500 rpm dan torsi 13,0Nm di 7.500 rpm itu telah mengalami sentuhan perubahan.

Honda menyempurnakan throttle body, ECU, air intake, filter O2 closed loop, muffler hingga gear ratio. Tenaga semakin enteng saat saya mencoba untuk menarik tugas gas.

Artinya, semakin tinggi putaran mesin semakin tinggi dan cepat tenaga besar disemburkan. Tetapi jangan salah. Dalam kecepatan rendah atau putaran mesin rendah pun sejatinya tarikan tenaga sudah cukup terasa.

3. Perpindahan gigi gir yang halus

Kenyamanan berkendara tak hanya terasa karena semburan tenagaΒ  besar dan kestabilan yang terjaga saja.Β  Kehalusan perpindahan gigi dan kecepatannya pada sistem transmisi, juga memberi andil besar.

Itu bisa terjadi, karena motor ini menggunakan final gear atau gear ratio yang lebih ringan, yakni 43 dan gir depan bermata 15. Walhasil, perpindahan dari satu gigi ke gigi lain juga terbilang halus.

Terlebih kopling Wet Multiplate with Coil Springs juga empuk sehingga nyaman di tangan saatΒ  kopling ditarik guna melakukan perpindahan gigi.
Hanya, karena di jalanan dengan lalu lintas padat, tenaga besar itu sepertikurang maksimal, sehingga laju motor seperti tercekat.Tapi, itu sangat wajar, karena bisa terjadi di motor sport apa saja.

4. Suspensi

Rachman - detikOto
Peranti suspensi teleskopik pada roda depan dan suspensi tunggal dengan sistem suspensi Pro-Link di bagian belakang, mampu menunjukkan kualitasnyaΒ  di motor ini.

Terbukti, ketika saya mencoba bermanuver di tikunganΒ  agak elips, stabilitas terjaga dan tak oleng,Β  tak ada rasa getaran.Β  Sasis teralis yang disokong peranti suspensi pro-linkΒ  sangat mumpuni meredam getaran.

Hingga lima kali saya mencoba melakukan manuver itu, hasilnya tetap sama. Apriori yang semula membuhul di benak saya, bahwa getaran motor ini sangat terasa, seketika itu pula sirna.

5. Penerangan, spion, cluster meter, dan rem

Penggunaan lampuΒ  dual lamp dengan posisi mengarah ke atas sejajar, memberi keuntungan spectrum pencahayaan yang lebih luas.Β  Jangkauan jarakΒ  juga bisa diatur dengan mudah.

Sementara pada cluster meter yang memadukan antara digital dan analog, juga mudah dibaca. Kumudahan juga terlihat pada kaca sipon yang dibuat mencuat ke atas, dengan penangkapan obyek yang lebih maksimal.

Semua kenyamanan itu terasa lengkap dengan hadirnya sistem pengereman yang cukup mumpuni. Cakram hidrolik dengan piston ganda di roda depan, dan cakram hidrolik dengan pistonΒ  tunggal,Β  mampu menghentikan laju motor setiap saat diperlukan.

6. Kekurangan

Rachman - detikOto
Bicara kekurangan ini tentu sangatlah subyektif karena berdasar yang saya rasakanΒ  dengan pertimbangan kondisi tubuh. Namun, barangkali, orang dengan postur tubuh seperti saya, yakni rata-rata orang Indonesia, 161 centimeter akan merasakannya.

Posisi setang jepit yang sedikit menunduk, sedikit merepotkan. Terutama jika berada di lalu lintas padat yang cenderung macet.

Dengan serangkaian tes tersebut,Β  sayaΒ  berkesimpulan, penamaan sebagai motor sport dengan DNA motor sport tak salah. Serangkian penyempurnaan yang dilakukan pabrikan, cukup membawa hasil yang signifikan.

Saya pun telah membuktikan arti sebuah nama. Jargon apalah arti sebuah nama, ternyata tak sepenuhnya benar. Sangat kondisional.
Halaman 2 dari 7
(arf/ady)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads