Jalanan di Indonesia memiliki banyak tingkat kenyamanan. Aspal halus dan rata seringkali disambung dengan jalanan berlubang atau jalan hotmix tanpa balutan aspal. Makanya, pemotor perlu waspada dengan perubahan jalanan.
Ban radial memiliki keunggulan untuk menjejak berbagai medan jalan dibanding ban bias. Michelin mengeluarkan produk ban radial untuk pemotor. Produk ini bernama Michelin Pilot Street Radial.
Jenis sulaman karet ban jenis radial sangat pas untuk menghadapi medan ini. Tak ayal jika Michelin membidik ban jenis radial bagi pemotor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ban radial tetap mencengkeram sempurna diatas permukaan yang tidak rata. Motor tetap melaju sempurna walaupun banyak jalanan rusak, bentang jalan aspas yang terkelupas diganti bebatuan. Namun cengkeraman ban tetap membuat motor stabil.
Plus, tapak lebar dapat membuat keseimbangan motor tetap terjaga. Permukaan batu yang tajam membuat roda tak dapat menapak sempurna sehingga motor terasa slip.
Jalinan tapak lebar ternyata dapat menstabilkan kondisi ini. Alhasil pengereman mendadak di atas jalanan tak merata pun tetap sempurna. Ban tetap tidak teras ngesot. Alhasil motor tetap bisa melaju dengan nyaman.
Nah, detikoto memiliki beberapa catatan setelah menjajal ketangguhan Michelin Pilot Street Radial.Â
1. Gagah
|
|
Ukuran ini jelas membuat motor tampil lebih gede. Ukuran ini pas bagi motor kelas 150 cc. Desain motor untuk kelas 150 cc, biasanya memodali ban depan dengan ukuran 90-100 sedangkan ban belakang 100-120.
Jangan khawatir ukuran besar ini menghambat laju mesin. Desain roda sengaja tidak berbentuk donat. Tapak ban di aspal tidak terlalu lebar sehingga gesekan dengan aspal tetap minimal. Namun jahitan karet radial tetap membuat motor tetap stabil.
Tetapi jangan paksakan ban gambot jika pelek tak memiliki spesifikasi tepat. Bisa jadi malah membuat kenyamanan berkendara berkurang drastis.
Memakai ban ukuran besar memang membuat nyaman. Test ride menggunakan Michelin Pilot Street Radial 110/70 untuk roda depan dan 130/70 untuk roda belakang membuktikan kenyamanan ini. Tapak lebar dan desain radial membuat kenyamanan berkendara menjadi kian maksimal.Â
Pengereman sempurna karena tapak dan desain radial terasa mumpuni ketika motor yang tengah digeber dengan gas pol harus mengalami pengereman mendadak. Kondisi jalan umum yang kadang memiliki kondisi buruk pun tak masalah.Â
Tetapi penggunaan ban Michelin Street Radial akan memiliki permasalahan lain ketika memaksakan pemasangan ke pelek yang terlalu kecil. pelek standar untuk ukuran ini adalah 2,5 untuk roda depan dan 3,5 untuk ban belakang.
Jika dipaksa menggunakan pelek yang lebih kecil, maka bentuk ban akan seperti donat sehingga gesekan ban dengan aspal akan semakin lebar dan mengurangi daya laju.
Jika dipakai sendiri beban di ban belakang tidak akan menjadi masalah. Karena bobot tidak terlalu besar. Tapi jika dipakai berboncengan, ban justru terasa seperti kempes.
2. Libas Jalanan Tak Rata
|
|
Test ride yang dilakukan untuk melibas jalanan seperti ini terbukti manjur. Ban radial tetap mencengkeram sempurna diatas permukaan yang tidak rata. Motor tetap melaju sempurna walaupun banyak jalanan rusak, bentang jalan aspas yang terkelupas diganti bebatuan. Namun cengkeraman ban tetap membuat motor stabil.Â
Plus, tapak lebar dapat membuat keseimbangan motor tetap terjaga. Permukaan batu yang tajam membuat roda tak dapat menapak sempurna sehingga motor terasa slip. Jalinan tapak lebar ternyata dapat menstabilkan kondisi ini.Â
Alhasil pengereman mendadak di atas jalanan tak merata pun tetap sempurna. Ban tetap tidak teras ngesot. Alhasil motor tetap bisa melaju dengan nyaman.
3. Pengaruh
|
|
Namun pengaruh ini tidak mengkhawatirkan. Karena berkurangnya torsi hanya dampak dari beban ban saja. Secara teknis, gesekan ban dengan aspal tidak berpengaruh menghambat laju mesin.
Tapi berkurangnya torsi ini di imbangi dengan lingkar ban yang lebih besar. Sehingga power untuk mendapatkan top speed terbantu dengan lingkar roda ini.
Yang patut diperhatikan adalah engine break. Karena laju roda ini dengan power bawaan engine membutuhkan penyesuaian ketika mengendalikan rem. Ini masalah kebiasaan pengereman saja, selebihnya ban tetap nyaman untuk digunakan.
Patut dicermati, roda berukuran besar akan berpengaruh pada akselerasi. Karena itu, kenyamanan berkendara juga harus didukung dengan penyesuaian perangkat.
Shockbreaker dengan diameter kecil akan terasa mengganggu karena kurang tangguh menahan goncangan. Ban dan pelek akan terasa mengocok ke depan dan belakang. Solusinya adalah menambah ukuran diameter shock yang mumpuni.
Halaman 2 dari 4












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?