Menjajal Ketangguhan Si Raja Matik Yamaha

Menjajal Ketangguhan Si Raja Matik Yamaha

M Luthfi Andika - detikOto
Senin, 27 Jan 2014 13:28 WIB
Menjajal Ketangguhan Si Raja Matik Yamaha
Jakarta - Tenaga besar, tubuh ramping dengan desain yang lebih futuristik menjadi senjata utama Yamaha GT125 Eagle Eye. Tetapi bagaimana performa sebenarnya Si Raja Matik Yamaha ini?

detikOto merupakan salah satu media yang diajak Yamaha menjajal ketangguhan Yamaha GT125 Eagle Eye dengan menggelar touring dari Malang Jawa Timur menuju Bali yang digelar 23-26 Januari 2014.

Etape pertama perjalanan dilakoni detikOto dengan menelusuri Malang-Lumajang–Jember–Bondowoso dengan total jaraknya 230 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan di hari berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan rute perjalanan Ketapang Indah Banyuwangi, menyeberang laut menggunakan kapal ke Gilimanuk menuju Yamaha Mahasurya di Maharaja dan Singaraja, dan terakhir singgah di Flag Ship Yamaha di Denpasar Bali.

Nah untuk mengetahui keseruannya yuk kita simak ulasan yang berikut ini.

1. Desain

Jika dilihat bodinya, raja matik Yamaha ini memiliki desain yang benar-benar gagah.

Desain motor merupakan hasil kolaborasi antara Yamaha Jepang dan Yamaha Indonesia, sehingga menghasilkan sepeda motor yang gagah dan mewah.

Terlebih pada bagian desain headlamp, dengan mengusung lampu proyektor dan lensa berwarna biru yang membuat Yamaha GT125 terlihat begitu macho.

Desain motor ini terinspirasi dari mobil mewah yang menambah kesan gagah dan berkelas. Gagah dan mewahnya New GT125 Eagle Eye juga tampil dari emblem logo 3D dan stiker chrome serta kombinasi warna striping dan warna minimalis tapi berkelas.

Dan sentuhan menawan terletak pada body kit sirip hiu yang menjadikannya terlihat begitu unik dan gagah. Dan pada bagian buntut lampu stop yang tajam menambah galak tampilan GT125 Eagle Eye.

2. Perjalanan Malang-Bali

Perjalanan yang ditempuh detikOto dari Malang hingga Bali kali ini sangat menantang apalagi dengan turunnya hujan yang terus mengguyuri setiap perjalanan.

Namun semua itu terasa tidak terlalu menjadi masalah besar, berkat tenaga besar yang dihasilkan GT125 Eagle Eye dan indahnya suasana perjalanan menusuri Gunung Semeru dan Gunung Ijen.

Etape Pertama

Etape pertama perjalanan dilakoni detikOto dengan menelusuri Malang-Lumajang–Jember–Bondowoso dengan total jaraknya 230 kilometer.

Perjalanan diawali dari salah satu diler Yamaha Blimbing Motor Malang Jatim menuju Lumajang Jatim. Sekitar pukul 9.00 pagi, tantangan sudah terasa sejak pertama kali menyalakan mesin. Dimana suara halus mesin yang memiliki tenaga besar juga terasa.

Benar saja, perjalanan menerjang turunan tajam dan tanjakan tinggi di sepanjang lereng gunung Semeru dilahap tanpa ada kesulitan. Pemandangan indah yang tersaji secara alami membuat perjalanan naik motor ini semakin asyik.

Dan perjalanan sesungguhnya pun hadir di daerah Lumajang, soalnya perjalanan touring menuju Jember dan Bondowoso diguyur hujan.

Lagi-lagi tenaga besar yang dimiliki GT125 terbukti. Tenaga begitu besar, kestabilan jelas terasa meski dalam kecepatan tinggi dan saat menaklukkan tikungan tajam.

Tepat pukul 18.00 akhirnya detikOto tiba di Bondowoso sebagai tempat peristirahatan pertama, touring bareng GT125 Eagle Eye bertakjub 'Fly The Eagle Yamaha GT125 Media Touring-Wilayah Timur'.


Etape Kedua

Etape kedua kali ini diawali dari dari Ketapang Indah Banyuwangi, menyeberang laut menggunakan kapal ke Gilimanuk Bali. Dinggah di Yamaha Mahasurya di Maharaja, Singaraja dan Flag Ship Shop Yamaha Bali di Denpasar.

Saat perjalanan baru akan dimulai, hujan kembali datang dan mengguyur detikOto. Tantangan terbesar pun dirasakan detikOto saat harus melalui perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi saat masuk kerute Kawah Ijen dengan mengitari Gunung Ijen.

Bersamaan dengan hujan dan kabut tebal membuat lampu reflektor dan lensa berwarna biru GT125 Eagle Eye begitu bermanfaat dengan mampu memecah kabut gelap.

Namun terjangnya perjalanan di gunung ijen juga tidak menjadi masalah karena tenaga besar dari GT125 Eagle Eye begitu terasa, bahkan tidak terasa sama sekali kelelahan atau mesin ngorok.

Setelah puas merasakan dinginnya Kawah Ijen yang berada di gunung Ijen, perjalanan dilanjutkan menuju Banyuwangi dan siap menyeberangi lautan menggunakan kapal ke Gilimanuk Bali.

Saat sampai di pulaunya pada dewa Bali, kembali hujan lebat kembali menyambut detikOto. Namun kali ini pemandangan berbeda dengan ikut hadirnya berbagai komunitas Yamaha yang menyambut rombongan detikOto yang telah berkendara dari Malang hingga Bali.

Perjalanan kembali dimulai lai-lagi meski hujan lebat datang tidak menjadi masalah, sangat terasa handling, manuver, keseimbangan terbaik serta tenaga dan akselerasi yang besar menjawab semuanya.

Akhirnya perjalanan pun selesai tiba di salah satu flag Ship shop Yamaha di Bali.

3. Konsumsi Bahan Bakar

detikOto mencoba membuat analisis tersendiri untuk bisa mengetahui berapa konsumsi bahan bakar selama perjalanan.

Dengan rute jalanan tanjakan dan turunan gunung plus dilanda hujan sepanjang perjalanan, membuat detikOto memiliki kecepatan yang beragam mulai dari 40 km/jam hingga 120 km/jam.

Dan menurut hitungan sederhana detikOto selama perjalanan Yamaha GT125 Eagle Eye mampu menembus 1 liter berbanding 44 km.

4. Kesimpulan

Poin Plus

  • Tenaga yang besar sangat terasa saat melintasi perjalanan mendaki gunung Semeru dan Gunung Ijen.
  • Kestabilan motor sangat terasa semenjak pertama kali berkendara.
  • Performa juga terasa responsif.
  • Desain dinilai berhasil mampu membelah angin dengan baik.
  • Sangat stabil untuk saat berjumpa dengan belokan tajam.
  • Suara mesin yang senyap.
  • Lampu proyektor dengan lensa biru yang menawan.


Poin Minus

  • Suspensi terasa masih agak keras, sepertinya memang sengaja disediakan agar motor terasa nyaman di kecepatan tinggi.
  • Bagasi yang masih kurang lebar.

Β 

Halaman 2 dari 5
(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads