1. Desain
|
Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
|
Desainnya terlihat maskulin dan menggoda dengan 'otot' yang terlihat di setiap sudutnya. Sorot lampu depan yang terlihat agak menonjol dari tubuhnya memiliki desain ramping dan berlekuk yang membuatnya membantu Inazuma terlihat lebih garang.
Sementara itum desain lampu sein yang tergabung di panel body samping membuatnya tampak berotot. Garis tegas itu kemudian mengalir ke bagian buritan yang diisi oleh lampu belakang dan sein. Tidak lupa, dua pipa knalpot di kiri dan kanan juga membuatnya tampil menawan.
Panel indikator yang ada di tengah stang juga terasa modern tapi tetap mudah terbaca. Di bagian tengah ada tachometer analog berukuran besar yang diapit dengan LCD dan penanda bahan bakar, indikator interval perawatan dan indikator rpm 3-mode (model normal, mode eco dan mode off) di bagian kanan dan indikator LED di sisi kiri.
2. Performa
|
Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
|
Kesan pertama yang bagai motor besar ternyata tidak terlalu menyulitkan. Tinggi dari aspal ke jok yang berada di angka 780 mm dengan jarak terendah ke tanah 165 mm tidak menyulitkan detikOto yang memiliki tinggi 170 cm untuk menapak bumi dengan mantap.
Kunci pun diputar ke posisi On dan tuas kopling ditekan untuk kemudian memasukkan gigi. Dilepas perlahan dan Inazuma pun tertarik ke depan.
Mesin bermesin 250 cc, Inazuma ternyata memiliki dapur pacu yang lumayan senyap. Hal itu didapat berkat aplikasi engine balancer yang besar di jeroan mesin Inazuma. Selain suara yang senyap, getaran mesin pun tidak terlalu terasa baik di kaki maupun di stang motor.
Untuk urusan performa ini, Inazuma terbilang sangat menyenangkan. Tenaganya dapat dinikmati dari putaran rendah, menengah hingga atas.
Beberapa kali detikOto menemukan jalur menanjak seperti di Baturraden atau sarangan, tetapi tenaga Inazuma tidak sampai kedodoran. Motor tetap bisa melaju konstan meski dalam kondisi berboncengan.
Ketika harus berhadapan dengan jalan lurus yang lenggang, lari Inazuma juga terbilang kencang. Stabilitasnya membuat kepercayaan diri meningkat tajam.
Di daerah Banyuwangi menuju Ketapang, detikOto sempat mencapai angka 135 km/jam meski berboncengan. Dengan kondisi jalur dan angin yang lebih baik serta tanpa penumpang di belakang, angka itu sangat mungkin akan bisa dipecahkan.
Motor ini menggendong mesin 248 cc, SOHC dengan 2 silinder dan liquid cooled, yang dikawinkan dengan transmisi 6-speed yang mampu menampilkan tenaga hingga 26 bhp pada 8.500 rpm dan torsi 24 Nm pada 7.000 rpm. Uniknya, mesin ini ternyata tidak rewel ketika hanya diberi minum bensin beroktan rendah seperti Pertamina Premium.
3. Stabilitas dan Akselerasi
|
Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
|
Melewati jalur penuh kelok di beberapa daerah, Suzuki Inazuma mampu menampilkan stabilitas berlebih terutama di tikungan. Hal ini tentu membuat kepercayaan diri bertambah ketika melibas sebuah tikungan meski dalam kondisi kencang.
Β
Suspensi Inazuma diisi oleh shock teleskopik di bagian kaki depan dan monoshock di kaki belakang. Khusus di suspensi belakang, bagian ini ternyata juga dapat disetting dengan mudah hanya dengan mengangkat joknya.
Sementara untuk akselerasi, motor ini juga terasa memuaskan. Mesin yang responsif membuatnya mampu mendorong motor dengan lihai bahkan sejak ulir gas diputar.
4. Kesimpulan
|
Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
|
Dengan desain yang berbeda dibanding dengan motor 250 cc yang ada di pasaran, Suzuki Inazuma bagai kesegaran di tengah musim kering. Desain yang kekar dan garang menjadi nilai lebihnya.
Tetapi jangan lupakan kelebihan lain yakni performa yang menyenangkan meski nilai plus akan sangat terasa di kemampuan suspensinya meredam getaran.
Namun begitu, Suzuki harus bekerja keras membenahi pelayanan bengkelnya agar para pemilik Inazuma mendapat perawatan motor sesuai dengan harga yang mereka bayarkan untuk memiliki motor ini.
Poin plus
- Desain
- Performa
- Suspensi
Poin minus
- Bobot
- Kesiapan after sales
5. Spesifikasi Suzuki Inazuma 250
|
Suzuki Inazuma (Syu-detikOto)
|
Dimensi
- Β Β Β Panjang: 2.145 mm
- Β Β Β Lebar: 760 mm
- Β Β Β Tinggi: 1.075 mm
- Β Β Β Wheelbase: 1.430 mm
- Β Β Β Jarak terendah ke tanah: 165 mm
- Β Β Β Tinggi jok: 780 mm
- Β Β Β Berat: 182 kg
Mesin
- Β Β Β Tipe mesin: 4 langkah, 2 silinder, pendingin cair, SOHC
- Β Β Β Diameter silinder X Langkah piston: 53,3 x 55,2 mm
- Β Β Β Kapasitas silinder 248 cc
- Β Β Β Rasio kompresi: 11,5:1
- Β Β Β Sistem bahan bakar: Fuel injection
- Β Β Β Sistem starter: Listrik
- Β Β Β Sistem pelumas: Wet sump
- Β Β Β Transmisi: 6-Speed constant mesh
- Β Β Β Rasio pengurangan utama: 3.238 (68/21)
- Β Β Β Rasio pengurangan akhir: 3.285 (46/14)
Kaki-kaki dan lainnya
- Β Β Β Suspensi depan: Teleskopik, per ulir, peredam oli
- Β Β Β Suspensi belakang: Lengan ayun, per ulir, peredam oli
- Β Β Β Rake/trail: 26u/105 mm
- Β Β Β Rem depan: Cakram
- Β Β Β Rem belakang: Cakram
- Β Β Β Ban depan: 110/80-17M/C57H
- Β Β Β Ban belakang: 140/70-17M/C66H
- Β Β Β Sistem starter: Elektrik, full transistor
- Β Β Β Kapasitas tangki: 13,3 liter
- Β Β Β Kapasitas oli: 2,4 liter
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin