Senin, 10 Feb 2020 19:18 WIB

Plus Minus Mobil 'Hijau' Rp 1,2 Miliar Mitsubishi Jelajah Lombok

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mitsubishi Outlander PHEV Mitsubishi Outlander PHEV. Foto: Rangga Rahadiansyah

Posisi baterai saat itu dalam kondisi sekitar 80%. Di mode EV, ketika baterai di bawah 20%, maka mesin bensin akan menyala untuk membantu mengisi ulang daya baterai. Sejauh 35 km, mobil ini hanya melaju dengan motor listriknya saja. Selama itu pula mesin bensin sama sekali tidak menyedot bensin.

Plus Minus Mobil 'Hijau' Rp 1,2 Miliar Mitsubishi Jelajah LombokFoto: Mitsubishi

Jarak sejauh itu dirasa cukup untuk mobilitas perkotaan yang tidak perlu menempuh perjalanan jauh. Mitsubishi mengklaim baterai yang menyuplai tenaga ke motor listriknya bisa membawa mobil melaju sejauh 55 km.

Setelah 35 km, mesin bensin kemudian menyala. Mesin menyala untuk kembali mengecas baterai. Mesin konvensional berperan mirip generator. Mesin akan mengisi ulang baterai sampai kondisi 80%. Fungsi mesin yang menyala itu bukan menggerakkan roda, melainkan untuk mengisi ulang daya baterai, seperti sebuah generator.

Rasanya mengendarai Outlander PHEV, mobil terasa cukup nyaman karena benar-benar senyap. Meski mesin menyala, getaran mesin tak terdengar bising ke dalam kabin.

Plus Minus Mobil 'Hijau' Rp 1,2 Miliar Mitsubishi Jelajah LombokFoto: Mitsubishi

Namun, kesenyapan itu mungkin juga menjadi poin negatif. Karena orang-orang di sekitar bisa jadi tidak menyadari ada mobil yang melaju.

Dengan penggerak listrik di roda depan dan belakang, mobil ini sangat responsif. Karena mengandalkan tenaga listrik yang torsinya cukup besar, sekali tekan pedal gas mobil langsung meluncur, tidak seperti mobil bermesin bakar lainnya yang kemungkinan memiliki jeda akselerasi.

Poin positif lainnya, Outlander PHEV ini cukup efisien. Head of PC Product Planning Section PT MMKSI, Hanif Risky, mengatakan sebelumnya timnya sempat menguji coba mobil ramah lingkungan ini untuk mengetahui seberapa jauh bisa melaju. "Itu total tempuh 695 km, full baterai dan full bensin. Sebenarnya itu masih bisa jalan, cuma pas diisi ulang lagi bensinnya udah bisa terisi 45 liter lagi," ujar Hanif.

Namun, dengan teknologi terkini, Outlander PHEV terbilang cukup mahal. Harganya tembus di atas Rp 1 miliar, tepatnya Rp 1.294.000.000. Sayangnya, karena masih menggendong mesin bensin, Outlander PHEV tidak mendapat keringanan bea balik nama (BBN) di Jakarta.

Kekurangan lainnya adalah tak ada sistem pengunci pintu otomatis ketika mobil melaju. Jadi kalau pengemudi lupa mengunci pintu saat mobil berjalan, maka pintu tidak akan terkunci.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com