Ototes

Aditif Lucas Oil, Bisa Roda Dua, Empat, Bensin dan Diesel

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Sabtu, 19 Des 2015 06:15 WIB
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Di pasaran sana banyak sekali produk aditif yang saling mengklaim bisa meningkatkan performa mesin. Penasaran, detikOto mencoba salah satu diantaranya.

Dalam product review kali ini, detikOto mencoba aditif BBM dari Lucas Oil, produsen Amerika yang pemasarannya di Indonesia melalui PT Pola Lubindo.

Aditif Lucas Upper Cylinder Fuel Treatment ini cukup unik, karena bisa digunakan di berbagai jenis kendaraan, baik itu roda empat, roda dua, bensin dan diesel sekaligus. Jadi satu aditif untuk semua jenis kendaraan. 1 Botol aditif berukuran 50 mililiter (mL) ini dijual di pasaran seharga Rp 55 ribu.

Cara menggunakannya pun gampang, setiap 50 mL aditif bisa dipakai untuk 35 liter bahan bakar. Jadi jika mobil Anda sebuah hatchback, 1 botol ini cukup setiap mengisi penuh tangki bahan bakar. Tinggal masukkan saja cairan aditif ke dalam tangki BBM dan biarkan menyatu dengan BBM. Cukup mudah kan?

Aditif ini diklaim Lucas Oil bisa melumasi ring, dinding silinder pada ruang bakar, serta membersihkan kerak yang muncul dalam ruang bakar.

Kerak ini biasa muncul karena penggunaan BBM berkualitas rendah. Begitu kerak berkurang, maka performa mobil akan meningkat.

"Sehingga menghasilkan peningkatan tenaga dan penghematan bahan bakar. Fuel Treatment ini juga mampu menetralisir efek negatif dari solar yang memiliki kadar sulfur rendah," ujar Sales Manager Nasional PT Pola Lubindo Kelvin Andrew kepada detikOto.

Penasaran dengan performa kendaraan setelah ditambahkan aditif Lucas, detikOto mencoba pada beberapa kendaraan. Hasilnya memang cukup lumayan.

"Pembakarannya lebih sempurna, tenaga mesin lebih meningkat lah," ujar Arif yang ikut mencoba aditif ini di mobil CR-V tahun 2004 miliknya.

detikOto juga mencoba aditif ini pada sebuah hatchback keluaran Jepang, hasilnya memang efek atau gejala ngelitik yang biasa muncul di kecepatan 60-80 km per jam berkurang dan bahkan boleh dibilang tidak ada saat mobil diisi dengan BBM RON 88.

Bagaimana dengan konsumsi BBM-nya? Dari pengetesan detikOto di jalanan Jakarta dengan rute yang sama, konsumsi BBM menjadi lebih baik.

Namun saat menggunakan untuk roda dua, agak sedikit repot, terutama untuk motor-motor bebek yang kapasitas tangkinya kecil. Karena kita harus mengukur dulu aditif ini sebelum mencampurnya dengan bahan bakar, agar campuran aditifnya tidak terlalu banyak. Meski Lucas Oil menuturkan dosis aditif yang berlebihan tidak akan membuat mesin jadi bermasalah.

Kalau menggunakan motor gede yang memiliki kapasitas tangki BBM sampai 17,5 liter, berarti Anda tinggal mengisi sebanyak setengah botol saja. Lebih mudah mencampurnya.

Spek aditif Lucas Oil
API Gravity 26,4
Specifc Gravity .8961
Density 7,462
Viscosity 13,0
Flash point 450 derajat fahrenheit
Color Clear Yellow

(ddn/ddn)