Namun, jenis dan karakter lintasan yang dilewati cukup beragam. Tanjakan, lintasan datar, bergelombang, tikungan, semua ada. Ini yang membuat detikOto tertarik untuk ikut mencicipi sensasi berkendara Kijang Innova terbaru itu.
Keinginan mencoba semakin menggebu karena Toyota menyebut, dari dua varian yang ditawarkan β bermesin bensin dan bermesin diesel β varian bermesin diesel mendapatkan mesin baru, yakni 2GD-FTV berkapasitas 2.400 cc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otographics: Wajah Baru Kijang Innova
Lantas seperti apa performa yang sebenarnya? Bagaimana pula handling dan kenyamanannya? detikOto sengaja menjadi pengemudi dan penumpang di varian bermesin diesel bertransmisi otomatis. Hasilnya, seperti berikut:
1. Tampilan eksterior dan interior yang berubah
|
|
Singkat kata, ubahan pada eksterior menggabungkan antara unsur ergonomic yang tinggi dengan garis-garis tegas, serta lekukan.
Walhasil kesan sebuah mobil dengan performa tinggi, yang mencerminkan sebuah multi performance vehicle, begitu kuat terpancar.
Ubahan total mulai terlihat dari gaya desain grill, lampu utama dan lampu depan, lampu kabut, hingga lampu sein dan spion.
Sementara pada tipe G dan V, Toyota menggunakan pelek alloy ukuran 16 inci. Sedangkan di tipe tertinggi, yakni varian diesel Q, pelek yang digunakan berukuran 17 inci.
Ubahan skala besar juga terjadi di bagian interior. Jok Captian Seat disediakan di tipe V dan Q. Begitu pun dengan perangkat hiburan dengan layar berukuran 8 inci dengan menu yang lebih interaktif, termasuk menu Toyota Move.
Β
Fitur-fitur ini adalah beberapa diantara sederet fitur lain yang terbilang lebih maju atau baru tersedia dibanding di generasi lawas.
Di tipe Q juga ada papan lipat di baris kedua untuk menyimpan berbagai barang/gelas.
2. Tingkat vibrasi dan kebisingan lebih rendah
|
|
Sesaat setelah mesin dinyalakan, getaran dan suara bising khas mesin diesel terasa lebih rendah dibanding mobil bermesin diesel umumnya, dan Innova generasi sebelumnya.
Begitu pun di saat saat mesin idle, tidak jauh berbeda dengan suasana kabin di mobil bermesin bensin di saat kondisi mesin yang sama.
3. Entakan torsi yang lebih tinggi
|
|
Toyota mengaku mengadopsi teknologi Thermo Swing Wall Insulation Technology (TSWIN), variable nozzle turbo-intercooler, serta silica-reinforced porous anodized aluminum (SiRPA) pada piston.
Hasil dari itu semua, selain konsumsi bahan bakar yang lebih irit, torsi juga meningkat. Sehingga, entakan torsi lebih besar, dan kemampuan akselerasi mobil juga lebih cepat.
Hal itu dirasakan saat detikOto mencoba menghentikan mobil di saat berjalan di lintasan datar di area parkir hotel.
Beberapa detik kemudian, dengan tanpa menginjak pedal gas dalam-dalam, mobil sudah terasa responsif.
Sementara, di saat kaki tak menginjak pedal gas, dan mobil berjalan dengan posisi putaran mesin bawah, tenaga juga masih terasa besar. Semburan tenaga dan torsi yang kontinyu tersebut menjadikan mobil tak mengalami turbo lag.
Data spesifikasi yang diberikan Toyota menyebut, mesin diesel 2.400 cc itu mampu menyemburkan tenaga hingga 150 hp pada 3.400 rpm dn torsi 400 Nm pada 1.600-2.000 rpm.
4. Kenyamanan bagi penumpang
|
|
Kondisi ini tentu akan sangat dirasakan manfaatnya oleh penumpang di kala menempuh perjalanan jauh.
Sedangkan lampu iluminasi bercahaya kebiruan, memancarkan efek kesejukan. Tentunya, ini menambah kenyamanan.
Rasa nyaman bertambah di saat sistem suspensi yang menyokong mobil terasa empuk di saat mobil melibas semua jenis lintasan. Lagi-lagi, ini bakal menopang kenyamanan di saat berkendara.
5. Poin minus
|
|
Meski, harus jujur dikatakan, penilaian ini sangat subyektif karena berdasar feeling yang ada pada penguji/detikOto.
Poin minus itu adalah, putaran roda kemudi yang terasa sedikit lebih berat.
Barangkali, hal itu dikarenakan penggunaan pelek yang berdiameter lebih besar. Walhasil, butuh sedikit tenaga ekstra di saat memarkir mobil.












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!