Salah satu varian terbaru di keluarga Ferrari California, yakni California T memang sudah beberapa bulan lalu diluncurkan. Namun, yang pasti, sejak kelahirannya pada 2008 (masuk Indonesia tahun 2009), keluarga California, termasuk California T, telah memantik minat konsumen.
Mobil sport convertible, alias beratap yang dapat dibuka sehingga menjadi mobil cabriolet itu dan memiliki konfigurasi tempat duduk 2+2, ini dirancang oleh rumah desain langganan Ferrari, Pininfarina. Tampangnya juga tak segahar varian Ferrari lainnya seperti Ferrari F430 atau 612 Scaglietti.
Lebih dari itu, varian ini memiliki daya magis yang besar bagi para penggemar Ferrari yakni gaya garis desain yang mempertahankan ciri khas pendahulunya, Ferrari 250GT California Spyder.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, California versi anyar diproduksi dengan warna standar biru Azzuro California, yaitu kelir asli 250GT California saat pertama kali diluncurkan di New York Auto Show, 1962. Inilah daya tarik besar bagi pecinta Ferrari di seluruh dunia.
Daya tarik lainnya adalah, klaim Ferrari bahwa mobil ini sangat cocok untuk kendaraan harian. Terutama bagi pria atau wanita profesional yang saban hari memiliki mobilitas tinggi.
Berangkat dari dua hal itulah, detikOto diberi kesempatan untuk membuktikannya dengan melakukan test drive langsung di Italia.
Bersama seorang jurnalis harian dari Indonesia, detikOto melakukan tes drive menyusuri sejumlah kota Maranello, Levizzano Rangone, San Dalmazio, Marano Sulpanaro, Ponte Samone, hingga Verica, dan kemudian kembali lagi hingga memutar di Vignola, Castelvetro Di Modena, dan kembali ke Maranello. Total jarak yang ditempuh sejauh 180 kilometer.
Bagaimana tes tersebut? Berikut ceritanya :
1. Eksterior
|
|
Sepintas, varian anyar Ferrari California T ini terlihat mirip dengan model lama. Tapi jika dilihat lebih cermat, ada banyak perbedaan.
Parasnya mengesankan ada pengaruh cukup kuat dari Ferrari F12 Berlinetta.
Tiga buah air intake yang berukuran lebih besar adalah salah satu contohnya, selain bagian fender dan bonet.
Selain itu, airdam lebih besar, lampu depan lebih ramping, sejumlah kisi udara di sekujur tubuh adalah beberapa ubahan yang menjadi pertanda perbedaan.
Dua buah lubang di atas bonet menunjukkan mobil ini menggunakan dua turbo alias twin turbo.
Namun, ubahan tak hanya di bagian depan, tetapi juga bagian belakang.
Sepasang ujung knalpot yang dibuat horizontal juga menambah kesan elegan tampilan supercar yang nyaman untuk kendaraan harian itu. Kokoh, agresif, namun praktis memancar kuat berkat serangkaian ubahan tersebut.
2. Interior
|
|
Sebagai contoh laci dan tempat penyimpanan yang dibuat lebih besar. Begitu pun dengan sandaran di bangku kursi depanΒ yang lebih cekung untuk memperbesar ruang bagi kaki penumpang belakang.
Ubahan yang paling mencolok di bagian interior adalah sebuah indikator yang terletak di antara dua kisi AC di atas dashboard.
Indikator itu menyajikan sejumlah informasi, antaraΒ lain yang disajikan adalah waktu, suhu luar, tekanan turbo, respons turbo, serta efisiensi konsumsi bahan bakar.
Tak ketinggalan, karakter sporty juga disajikan di bagian interior. Kesan itu muncul mulai dari meter cluster, jok, konsol tengah, hingga paddle shifter.
3. Performa mesin
|
|
Joanne pun memberikan buku peta ruteΒ sejauh 180 kilometer yang harus kami tempuh.
Setelah semuanya dinyatakan oke, kami segera menyalakan mesin mobil dan segera mrnyusuri jalanan seperti yang ditunjukan peta. Meski jendela dan atap kami tutup, raungan suara mesin masih terdengar ngebas.
Maklum, bagian knalpot ini merupakan salah satu sektor yang paling diperhatikan oleh Ferrari. Setelah menyusuri jalanan hingga kami sempat membuka atapnya yang terlipat rapi di bagasi hanya dalam 14 detik.
Sambil berharap dapat merasakan embusan sepoi-sepoi ketika melaju di jalan kami pun segera menginjak pedal gas untuk menempuh rute sepanjang 180 km melewati kawasan perkebunan anggur dan padang rumput yang luas, pemukiman, dan perbukitan dengan tikungan beruntun.
Penambahan turbo pada mesin V8 berkapasitas 3.855 ccyang diusung mobil ini, semburan tenaga yang diklaim bertambah 70 hp atau menjadi 560 hp pada 7.500 rpm, begitu terasa.
Sodokan torsi dan semburan tenaga telah terasa di putaran mesin bawah 2.000 β 2.500 rpm.
Torsi memang meningkat menjadi 755Nm. California T sanggup melesat kencang dari 0-100 kpj hanya dalam tempo 3,6 detik dan mampu melesat hingga 316 kilometer per jam.
Hanya, karena banyak melewati wilayah pemukiman, kami hanya bisa menyentuh tingkat kecepatan maksimum 200 kilometer per jam.
Menariknya, dengan mode semi manualΒ dan otomatis murni, kami bisa merasakan bagiamana entakan tenaga serta akselerasi dari California T itu.Β
Terlebih di saat menggunakan mode semi manual dengan menekan paddle shifter, seiring perpindahan gigi transmisi 7-speed dual clutch, terdengar letupan dari knalpot yang membuat kami semakin bergairah.
Namun, suara knalpot tidak meledak-ledak seperti halnya suara dari mesin normally aspirated. Maklum, seperti yang dikatakan Kepala Komunikasi Perusahaan, Joanne Marshall, hal itu dikarenakan pipa exhaust header yang dibuat sama panjang.
Kenyamanan berkendara begitu terasa di saat mode berkendara dipilih modeΒ Comfort dengan perpindahan gigi otomatis.
Perjalanan di kota-kota sekitar Castelvetro Di Modena, Levizzano Rangone, Marano Sil Panaro, Ponte Samone, Verica,Β Vignolandan kembali lagi menuju Maranello kembali begitu terasa indah.
Eksotika kota begitu terasa menyatu dengan kenyamanan dan keandalan Ferrari California T ini.
Namun, kami tak ingin terlena. Ketika memasuki area perkebunan dengan trek lurus dan atau sedikit menikung dengan tanjakan dan turunan, kami beralih ke mode Sport.
Respons mesin, transmisi, ESC, ABS, dan SCM3 (ECU) begitu terasa. Suara deruman knalpot yang menyuarakan ledakan pembakaran di mesin semakin membakar nyali untuk menguji mobil ini.
Mode kembali kami ubah ke compfort ketika memasuki wilayah pemukiman. Maklum jalan relatif padat, dengan lebar yang cukup untuk papasan dua mobil, menjadikan kami harus hati-hati dengan menjaga laju kecepatan mobil tetap 40 kilometer per jam. Dan kami pun rehat sejenak untuk melepas penat sekaligus makan siang.
Usai santap siang, kami melanjutkan perjalanan kembali ke tempat start yakni ke Maranello, dengan jalur memutar.Β
Wilayah perbukitan dan kebun anggurΒ harus kami taklukkan.
Dengan menggunakan mode Sport dan perpindahan gigi dengan paddleshift menjadikan berkendara terasa begitu nyaman.
Tetapi yang tak bisa dimungkiri adalah respons turboΒ yang tidak ada turbo lag. Peranti turbonya terasa telah menyuplai udara ke ruang mesin kurang dari 1 detik.Β Apalagi telah dilengkapi Variable Boost Management (VBM) untuk membedakan besar tekanan turbo untuk tiap gigi.
4. Daya Magis Ferrari
|
|
Raungan mesin Ferrari California, ditambah nama besar Ferrari seolah menjadi daya magis tersendiri di mata masyarakat Italia.
Ketika kami mampir di sebuah bar di Verica misalnya. Salah satu penduduk kota itu, yakni Massimo, langsung mengundang beberapa temannya untuk melihat kami, saat kami berusaha memarkir mobil itu.
βWah, Anda benar-benar beruntung bisa merasakan sensasi Ferrari (California T), di tempat kelahirannya (Italia). Rata-rata orang Italia tak hanya bangga, tetapi juga memimpikannya (membeli), tapi harganyaβ¦. Anda tahu sendiri lah,β ujarnya disusul derai tawa.
Pria 44 tahun yang berprofesi sebagai peternak sapi perah itu menyebut,Β tak sedikit orang Italia yang belum pernah menyetir mobil Ferrari.
Namun, kesohoran merek berlambang kuda jingkrak itu, menurutnya telah merasuk ke hati sanubari setiap warga Negeri Pizza itu.
Lantaran itulah, tak heran jika Massimo dan kawan-kawan, antara lain Alfero dan Rudriglio mencecar kami dengan beragam pertanyaan mulai dari pengalaman tes drive hingga minat orang Indonesia terhadap mobil itu.
Tapi tak hanya warga Verica saja yang kagum dengan Ferrari, tetapi juga penduduk kota-kota lainnya.
Ketika kami singgah sejenak di bar Ponte Samone, seorang warga bahkan menanyai berapa banderol yang harus kami bayar untuk meminang Ferrari California T itu.
Menurut mereka, Ferrari bukan hanya mobil impian, tetapi juga kebanggaan bagi siapa saja yang memilikinya.












































Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!