Tak berlebihan bila disebut begitu. Setidaknya, ada dua alasan yang mendasari sebutan tersebut. Pertama, selama proses pengujian berlangsung, mesin All New Mazda2 tidak dimatikan hingga 24 jam penuh. Disinilah sesi uji ketangguhan dari mesin hatchback Mazda itu berlangsung.
Kedua, pengujian yang diikuti 30 orang awak media, dilakukan di kondisi jalanan kota Jakarta di berbagai waktu, mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum proses uji dilakukan, Presiden Direktur PT. Mazda Motor Indonesia, Keizo Okue, sempat memberikan gambaran ihwal proses uji tersebut. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kampanye Be Alive yang diluncurkan oleh Mazda di pertengahan tahun lalu, keasyikan berkendara khas Mazda, tuturnya.
Kalimat itulah yang mengusik benak para peserta uji tersebut. Seperti apakah keasyikan tersebut? Seperti apa ketika menjelajah kota di saat kamacetan merata di berbagai sudut?
Berikut fakta dari pengujian All New Mazda2
1. Performa mesin
|
|
Walhasil, ketika diajak berjalan meniti kemacetan kota Jakarta, terutama di kala jam sibuk berangkat kerja pada pagi hari dan sebaliknya pulang kerja sore hari, tak membuat pengemudi harus membuat strategi ekstra. Dengan karakter lalu lintas yang stop and go, cukup dengan sedikit sentuhan pada pedal gas, mesin sudah cukup memberikan tenaga yang lumayan besar.
Terlebih, dalam sesi uji kali ini peserta juga diberi batas waktu untuk menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehingga, kemampuan mobil untuk mendukung gerakan yang cepat dari satu titik ke titik lain sangat menentukan.
Meski mesin cukup garang, dengan tenaga maksimal hingga 115 hp. Namun, efisiensi bahan bakar cukup tinggi. Soalnya, fitur Start-Stop, saat mobil berhenti cukup membantu penghematan konsumsi bahan bakar.
2. Kelincahan dan kenyamanan
|
|
Terlebih, handling juga mudah dan stabil. Sehingga kelincahan menembus jarak antara satu dengan tempat lainnya juga lebih mudah.
Kenyamanan juga terbukti saat mobil yang detikOto yang mencoba menggeber mobil itu dan harus menghindari lubang berdiameter cukup besar. Suspensi masih tetap tetap empuk, dan laju tetap stabil.
Begitu pun saat dipacu di jalan tol dengan kecepatan tinggi. suspensi dan handling tetap stabil. Hal serupa juga dirasakan saat harus melakukan pengereman mendadak di jalanan yang sedikit basah. Fitur Dynamic Stability Control (DSC) yang otomatis mengatur pengereman dan torsi mesin menggunakan Brake Assist dan Traction Control System terasa berfungsi dengan baik.
Kejenuhan mengemudi juga terkurangi berkat kehadiran berbagai fitur hiburan dan komunikasi. Fitur MZD Connect yang memungkinkan pengemudi tidak lepas dengan jaringan Internet selama berkendara menjadi keasyikan tersendiri.
Mazda2 juga menyuguhkan konsep Heads-up Cockpit dilengkapi layar sentuh navigasi, kamera, serta fitur untuk mengatur perangkat hiburan musik yang mudah dijangkau, sehingga tak mengganggu fokus berkendara. Inilah bagian lain dari kenyamanan.
3. Desain
|
|
Dengan bodi siluet yang Mazda sebut penggambaran Cheetah yang mampu berlari kencang, memberikan kesan dinamis dan elegan. Karakter desain ini mengesankan bahwa mobil ini bisa dipergunakan oleh pengemudi dengan beragam karakater, jenis kelamin, dan usia.
Sementara di bagian dashboard yang disisipi balutan lembaran kulit, memancarkan kesan mewah. Unsur-unsur desain inilah yang mendongkrak rasa percaya diri dan kebanggaan siapa saja yang mengendarainya.
4. Kesimpulan
|
|
Namun, semua memang tergantung kepada siapa saja yang menafsirkannya. Tapi yang pasti, nilai lebih dari fitur yang disediakan patut diakui.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Viral BYD Atto 1 Motong Lajur, Diklakson Panjang Nggak Terima Malah Mukul