Dalam Ototes kali ini, PT Garansindo Inter Global mengajak detikOto melakukan perjalanan menyenangkan mengendarai Fiat 500 C (Cabriolet) ke Bandung.
"Kenapa Bandung? Karena Bandung kota yang unik. Penuh kreativitas, banyak anak-anak muda yang kreatif dan fun," Managing Director brand Fiat & Alfa Romeo PT Garansindo Inter Global, Dhani Yahya di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai dari jalanan kota yang macet, jalan tol ramai yang diguyur hujan, hingga medan penuh tanjakan, turunan dan kelokan bisa dinikmati dalam perjalanan ini. Dengan medan itu, detikOto bisa merasakan kualitas Fiat 500 ini.
Lalu bagaimana kualitas mobil mungil asal Torino, Italia ini? Yuk simak ulasannya berikut.
1. Tampilan Khas Mobil Italia
|
|
Atap yang bisa dibuka-tutup pada mobil ini pun seakan cocok untuk jalanan kota Bandung. Dengan sekali tekan tombol yang dekat dengan spion tengah, atap mobil ini bisa dibuka atau ditutup sesuka hati.
Ditambah lagi dengan tampilan beberapa instrumen yang dikrom. Mobil ini dibekali dengan pelek 16 inci. Di bagian depan, hadir pula fog lamp untuk membantu penglihatan pengendara ketika jalanan tertutup kabut dan lampu utama halogen.
2. Interior Mewah dan Sporty
|
|
Setir mobil ini dibungkus dengan lapisan kulit. Dilengkapi pula dengan tombol instrumen untuk mengaktifkan sistem hiburan maupun sistem koneksi.
Hal itu cukup memudahkan penggunanya tanpa harus kehilangan konsentrasi berkendara.
Sistem hiburannya, hadir dengan 6 speaker audio system. Sistem itu bisa menggunakan CD/MP3, radio atau dengan input USB aux.
Mobil ini tampil trendi dengan cluster meternya yang klasik namun tetap sporty. Cluster meter ini menampilkan informasi kecepatan, kondisi bahan bakar, putaran mesin, waktu, jarak yang sudah ditempuh, suhu mesin dan lainnya.
Ada pula peringatan keselamatan di cluster meter itu jika pengemudi maupun penumpangnya lupa menggunakan sabuk pengaman.
Di dalam kabin mobil ini juga ditawarkan kenyamanan berupa kontrol suhu yang bisa disesuaikan dengan keinginan penunggangnya.
3. Fitur Keselamatan
|
|
Mobil ini dilengkapi dengan fitur Antilock Brake System (ABS) dengan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Selain itu, ada pula sistem Electronic Stability Programme (ESP). Dengan begitu, kontrol kendaraan akan lebih stabil dengan adanya sistem tersebut.
Di dalam kabin mobil, tersedia tujuh buah airbag yang tersebar di beberapa titik. Hal itu bakal menjamin keselamatan pengendara maupun penumpangnya.
4. Performa kendaraan
|
|
Dikatakan, mesin itu memiliki tenaga 100 daya kuda pada 6.000 RPM dengan torsi 131 Nm pada 4.350 RPM. Tenaga itu kemudian disalurkan melalui gearbox AT Dualogic lima percepatan atau yang biasa dikenal dengan sistem Automated Manual Transmission (AMT).
Transmisi itu bisa menggunakan mode otomatis maupun manual. Namun, Anda tidak akan menemukan pedal kopling di deretan pedal. Sebab, perpindahan percepatan itu sudah diatur oleh sistem. Jadi, jika menggunakan mode manual, detikOto hanya mengoperasikan paddle shift di balik setir yang mudah dijangkau.
Saat menjelajahi kota yang padat, detikOto bisa menikmati mobil ini dengan menggunakan mode transmisi otomatis. Jadi, detikOto tidak perlu repot memindahkan percepatan secara manual.
Namun, untuk jalan dengan tanjakan curam, detikOto harus menggunakan mode manual. Soalnya, jika menggunakan mode otomatis seringkali penurunan percepatannya lambat untuk melibas tanjakan sehingga mobil tidak kuat untuk menanjak.
Perpindahan transmisi dengan mode manual pun tergolong halus. Berbeda dengan mode otomatis yang membuat putaran mesin turun jauh jika berpindah percepatan. Jadi, pada saat berakselerasi dengan mode otomatis, mobil tidak memberikan responsif yang cepat saat percepatan secara otomatis naik.
5. Kesimpulan
|
|
Dengan berbagai fitur-fitur pendukungnya, mobil ini cukup menggiurkan. Tampilan luarnya pun menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Namun, ada sedikit kekurangan yang sempat dirasakan detikOto ketika menunggangi mobil ini. Salah satunya adalah kabin belakang yang tergolong sempit. Memang, hal itu hadir karena dimensi mobil ini yang kecil.
Dari segi performa, lebih enak menggunakan transmisi dengan mode manual. Sebab, pengendara bisa menyesuaikan sendiri perpindahan percepatan yang tepat bersamaan dengan tingkat putaran mesin.
Ketika menggunakan mode otomatis, penurunan putaran mesin ketika berganti percepatan sangat terasa. Dengan begitu, kembalinya putaran mesin ke tingkat yang lebih tinggi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Untuk medan tanjakan pun lebih asyik menggunakan mode manual. Soalnya, ketika detikOto menggunakan mode otomatis di tanjakan yang cukup curam, transmisi itu tertahan pada posisi gear 2 sehingga mobil tidak terlalu kuat untuk menanjak. Untuk menurunkan percepatan, sistem transmisi otomatis itu harus membutuhkan waku yang lama.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat