Seideal apa sih Suzuki Swift baru? Yuk kita simak. Dalam kesempatan test drive ini detikOto menjajal Swift dengan 5 percepatan transmisi manual.
Bentuk lebih panjang
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Akibat perpanjangan itu, kabin penumpang dan bagasi jadi agak lega. Suzuki Swift baru saat ini memiliki panjang 3.850 mm sementara Swift versi lama hanya 3.695 mm.
Lebarnya pun kini bertambah menjadi 1.695 mm dari 1.690 mm sedangkan tingginya sama yakni 1.510 mm.
Desain eksterior
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Tapi jangan salah, pada head lamp, bumper depan belakang ternyata memiliki desain baru yang lebih sporty.
Sedangkan bagian yang pantas disimak adalah buritan yang lebih 'bahenol'. Secara keseluruhan tampilan luarnya kini lebih modern dibandingkan generasi Swift sebelumnya.
Kabin penumpang
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Banyak fitur baru di dalamnya seperti start/stop engine yang terletak di sebelah kanan pengemudi.
Cara menghidupkan mesin cukup injak pedal kopling lalu tekan tombol start/stop.
Selain itu ada climate control, dan fitur immobilizer untuk menjaga mobil dari maling. Artinya Swift terbaru sedikit mengurangi risiko dari pencurian. Sedangkan fitur audio sama seperti mobil sekelas yakni ada CD Player, radio dan USB.
Nah, seperti dikatakan detikOto perubahan yang dilakukan oleh Suzuki terbukti membuat kabin penumpang agak lega.
Rekan detikOto dengan tinggi badan 180 cc tidak merasakan sempit ketika duduk di depan dan belakang.
"Lumayan enak. Enggak sempit. Kalau duduk di kursi belakang, kaki gue masih bisa sedikit selonjoran," katanya.
Visibilitas pengemudi juga cukup baik, tidak ada hambatan untuk pandangan ke depan.
Sayangnya, ketika mobil menginjak kecepatan 120 km/jam, suara putaran ban di aspal masuk ke kabin dan sangat mengganggu kenyamanan penumpang. Suzuki sebaiknya memperbaiki sistem kedap suara mobil tersebut jika ingin konsumen lebih merasa nyaman.
Teknologi mesin
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Wuih, mesin agak sangar. Gigi 1 lumayan responsif. Dan saat detikOto lakukan pengetesan, sempat menyentuh angka 160 km/jam tetapi mesin seperti tidak mengalami kehabisan nafas dan jarum kecepatan masih ingin naik lagi. Karena kondisi jalan ramai, terpaksa pedal gas dikendurkan.
Nah, saat melakukan pengetasan dari Senayan, Jakarta menuju Rancamaya, Ciawi, mesin yang tersemat lumayan efisien dengan syarat pola berkendara sangat normal.
Mesin 1.400 cc itu cukup menelan 1 liter BBM untuk menjangkau jarak 21,8 km seperti yang tertera pada multi information display (MID).
Hasil tersebut detikOto dapatkan dengan kecepatan konstan 80 km/jam dan 2.000 RPM. Sementara di dalam kabin ada beban 3 penumpang dewasa plus detikOto jadi 4.
Suspensi agak limbung
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Dan ketika menghadapi jalan bergelombang, suspensi terasa mentok dan tidak mengayun. Dari dalam kabin terdengar suara duk-duk seperti besi beradu.
Setir ringan berkat EPS
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Adu cepat menggunakan Swift
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Sedangkan saat perpindahan gigi tak terasa hentakan. detikOto hanya berkesempatan memainkan gigi 1 dan 2.
Kadang beberapa kali detikOto menarik rem tangan ketika hendak menghadapi tikungan dan dilanjutkan dengan memelintir kemudi sedikit.
Cara itu agar bokong mobil agak membuang. Setelah beberapa kali pengujian. mobil Swift baru ini mampu dijinakkan dan diarahkan kembali di jalur yang tepat.
Kesimpulan
|
Suzuki Swift (Ikh-detikOto)
|
Ada harga ada barang. Swift terbaru cukup ideal untuk pecintanya yang berkocek pas-pasan namun ingin performa mobil di atasnya.
Artinya jika ada barang yang lebih bagus dengan harga terjangkau, buat apa beli yang lebih mahal tapi performa sama dengan yang murah.
Poin Plus
- Fitur berlimpah
- Cocok untuk perkotaan
- Kemudi ringan
Poin Minus
- Suara ban masuk ke kabin penumpang
- Suspensi agak limbung












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan