Kinerja Mobil
|
Splash Vs Spark
|
Dengan desain grille depan dipermanis dengan desain lampu dan foglamp, menjadikan Splash dinamis.Β Di interior, Splash memang sederhana, khas city car.
Desain interior paling mencolok adalah adanya takometer yang diletakkan di atas dashboard. Kesan balapan tercipta di sini.
Sementara ketika kami duduk di posisi menyetir, posisi duduk terasa lebih lapang dibandingkan saudaranya yakni Estilo. Kaki saat duduk juga lebih nyaman karena jarak dari lantai ke kursi cukup tinggi.
Namun untuk bangku kursi belakang, sepertinya diperuntukkan untuk mereka yang tidak terlalu tinggi.
Untuk mesin, Splash menggunakan mesin K12M 1.2 liter DOHC VVT, 4 silinder berbahan alumunium.
Tenaga yang dihasilkan mencapai 85 PS dengan torsi 113 NM, dan sanggup menempuh jarak 18 km secara variatif untuk sekali menenggak satu liter bensin.
Di jalanan yang datar, jangan ragukan akselarasi Splash. Itu yang detikOto rasakan pada varian GL manual 5 percepatan. Spontan dan sangat berisi, meski harus memompa RPM lebih tinggi.
Akan tetapi, ketika memasuki jalan bebas hambatan, dimana terdapat beberapa permukaan jalan yang mendaki, torsi yang dimiliki Splash sepertinya kurang optimal mengajaknya mendaki.
Namun, kecepatan konstan 140 km per jam, tidak membuat pengemudi was-was mobil melayang atau membuang ketika melakukan manuver ekstrem. Suspensi pada Splash yang sedikit keras, sedikit banyak sudah membantu handling mobil imut ini. Setir yang agak berat seperti mobil-mobil keluaran Eropa cukup menjaga handling mobil ini ketika melaju dengan kecepatan yang tinggi.
Namun, Suzuki perlu membenahi sistem pengereman pada Splash. Selain belum mengusung ABS, airbag, EBD dan ESP, rem Splash pun dirasa kurang pakem, hal ini tentunya sedikit membuat pengemudi was-was saat ngebut dengan Splash.
Melihat ke belakang lagi, yakni bagasi, memang cukup imut untuk ukuran city car, namun jika masih belum cukup, jok di kursi belakang bisa diturunkan untuk memberi kapasitas ekstra.
Beralih ke si hijau Spark, jika melihat desain eksteriornya Spark terasa fresh dengan desain yang mutakhir.
Tidak seperti Splash yang biasa-biasa saja di bagian dalam, interior Spark terasa lebih berwarna.
Soalnya baik dashboard dan jok memiliki warna-warna mencolok. Pada bagian dashboard, Chevrolet memanfaatkannya untuk membuat cekungan yang akhirnya bisa dipergunakan sebagai wadah yang kemudian diberi kelir merah.
Untuk anak muda yang berani, desain ini tentu akan sangat digemari, tapi untuk orang-orang yang sudah berumur, garis warna merah pada dashboard dan bagian depan pintu pasti akan mengganggu.
Pintu belakang Spark handlenya cukup unik. Handle terletak sejajar dengan jendela penumpang. Sehingga seakan-akan dari samping terlihat mobil ini hanya memiliki 2 pintu.
Ketika berada di jalanan dalam kota, Spark terasa cukup bersahabat dan gesit meskipun jalanan diwarnai kemacetan. Nah ketika jalanan sudah mulai menanjak dan berkelok, Spark yang desainnya terinspirasi dari seekor cheetah ini menawarkan handling yang mengasikan, gesit dan cukup presisi.
Namun karena trek yang dilalui cukup ekstrem, dengan kelokan dan banyak lubang, suspensi Spark terasa keras terutama bila duduk di baris kedua. Jadi memang mobil ini lebih cocok untuk perkotaan bukan jalan berkelok-kelok.
Dan yang paling utama, meski memiliki tenaga yang cukup kuat yakni mesin S-Tech II DOHC with Port Deactivation, 1.2-liter 4-silinder 16 katup, yang digendong mobil ini ternyata mampu menghasilkan tenaga maksimum 82 ps pada 6.400 rpm dengan torsi maksimum 108 ps pada 4.800 rpm.
Mesin yang menggunakan transmisi manual 5 percepatan diklaim GMΒ mampu meminum 1 liter untuk 19 km.
Berapa Biaya Service?
|
Splash Vs Spark
|
Suzuki memiliki tiga tahap service yang digolongkan menjadi Service berkala A, B, dan C.
- Service berkala A
Ini bisa dikategorikan sebagai service pertama untuk jarak 10 ribu km/jam atau 6 bulan. Untuk service pertama ini konsumen mendapatkan oli dan filter mesin serta jasa secara gratis.
Selanjutnya service berkala A berlaku untuk kendaraan yang telah memakan jarak hingga 30 ribu km/jam atau 18 bulan, 50 ribu km/jam atau 30 bulan, 70 km/jamatau 42 bulan, 90 ribu km/jam atau 54 bulan. Dengan dikenakan biaya sebesar Rp 554.000 ditambah PPn, termasuk pemeriksaan mesin, ignition system, emission control, fuel system, brake system, sasis dan bodi.
- Service berkala B
Service berskala B berlaku untuk kendaraan yang memakan jarak 20 ribu km/jam atau 12 bulan. Jarak 20 ribu km/jam ini termasuk kedalam service kedua, konsumen akan mendapatkan Oli mesin, filter mesin. namun konsumen harus mengganti busi, oli Transmisi, Oli diferential dengan mengeluarkan kocek Rp 605.500.
Service berkala B ini juga berlaku untuk kendaraan yang telah memakan jarak hingga 60 ribu km/jam atau 36 bulan dan 100 ribu km/jam atau 60 bulan. Dengan mengganti Oli mesin, filter mesin, Busi, Oli Transmisi, Oli diferential, pemeriksaan mesin, Emission Control, Chassis & Body, Ignation System, Fuel System, Brake System, dengan mengeluarkan kocek hingga Rp 950.000 + PPn dan jasa.
- Service berkala C
Service ini Suzuki Splash telah menempuh jarak 40 ribu km/jam atau 24 bulan, 80 ribu km/jam atau 48 bulan. Maka para pengendara akan dikenakan biaya sebesar Rp 1.250.000+PPn dan Jasa.
Konsumen pun akan mendapatkan penggantian part dan material seperti Oli mesin, filter oli mesin, Engine Coolant, Sparkplug(Busi), Filter udara, Brake Fluid, oli transmisi, A/T Fluid, oli diferential, Filter element AC. selain itu para konsumen akan mendapatkan pemeriksaan pemeriksaan mesin, Emission Control, Chassis & Body, Ignation System, Fuel System, Brake System.
Namun untuk kendaraan Suzuki Yang mengalami kerusakan dan terpaksa harus menurunkan mesin seperti terkena musibah banjir. Maka konsumen harus mempersiapkan kocek hingga Rpp 5 juta - Rp 10 juta.
Chevrolet Spark
Untuk kendaraan ini para konsumen dapat melakukan pemeriksaan kendaraan pada kelipatan 7.500 km/jam.
Untuk Service pertama, saat kendaraan mencapai 7.500km/jam atau 6 bulan dan 15.000 km/jam atau pemakaian 1 tahun kendaraan. konsumen akan mendapatkan oli mesin, filter oli dan jasa secara gratis. para konsumen juga akan mendapatkan pemeriksaan mesin dan cek komputer.
Sedangkan untuk service ketiga, atau kendaraan telah memakan jarak 22.500 km/jam. Para konsumen Spark akan terkena biaya sebesar Rp 500 ribu, dengan mendapatkan oli mesin, oli filter, filter udara, oli transmisi dan pemeriksaan keseluruhan.
Service ke empat atau kendaraan telah menempuh jarak hingga 30 ribu km/jam dikenakan biaya Rp 750 ribu. Jarak 40 ribu km/jam terkena biaya, Rp 450 ribu, jarak 50 ribu km/jam akan dibebani biaya Rp 1 juta.
Selanjutnya untuk kendaraan berjarak 60 ribu km/jam itu dikenakan biaya Rp 1,3 juta. Dan untuk Spark berjarak 70 ribu akan dibebani biaya Rp 550 ribu. Untuk ajarak 80 ribu km/jam akan dikenakan biaya Rp 750 ribu.
Sedangkan untuk Spark yang telah memakan jarak 90 ribu km/jam para konsumen akan dikenakan biaya sekitar Rp 1 juta.
Dan untuk kendaraan yang telah memkan jarak 100 ribu km/jam akan dikenakan biaya 1,3 juta. dan setiap kendaraan Chevrolet Spark ini wajib mendapatkan penanganan sistem pengontrol mesin, Pemeriksaan sasis dan body, Kelistrikan, dan pekerjaan khusus seperti test jalan.
Dan apabila konsumen terpaksa harus menurunkan mesin kendaraannya maka konsumen akan dibebani hingga Rp 4 juta hingga Rp 6 juta.
Dan untuk setiap kendaraan ini akan mendapatkan penggantian sparepart dan bila total penggantian spare part maka total yang akan dikeluarkan konsumen seperti angka tersebut diatas. Namun semua itu masih tergantung seberapa banyak spare part yang diganti para konsumen.












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu