Tak ingin menunggu lama, waktu 3 hari untuk merasakan keistimewaan mobil tersebut tidak kami sia-siakan. BMW Seri 1 salah satu mobil BMW yang mengusung desain kompak. Namun hatchback 5 pintu ini cukup sangar dari segi penampilan.
Kesangarannya semakin lengkap dengan pelek bintang 17 alloy. Sementara tampilan bumper depan seperti biasa. Itu merupakan ciri khas BMW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun terlepas dari itu, BMW Seri 1 sangat sporty. Bodinya sangat serasi untuk anak muda yang doyan show off.
Kabin penumpang
Masuk ke kabin penumpang kita disuguhkan fitur cukup mewah. Di kabinnya terdapat fitur automatic start/stop, audio video, SRS Airbag, seat belt 5 titik, dan cruise control. Di sisi audio tersedia USB, Bluetooth Interface (telepon).
Sayangnya kursi tidak elektrik, jadi mau mundur, maju naik-turun harus manual. Begitu juga tilt steering manual. Namun asyiknya punggung kursi bisa diatur sesuai bentuk tubuh pengendara dan penumpang. Konsep tersebut seperti mengerti jika pemiliknya yang suka geber mobil.
Nah, untuk Anda yang ingin jadi penumpang seperti tidak perlu khawatir. Pasalnya kabin penumpang belakang cukup lega. Leg room penumpang ukuran tinggi badan 170 cm sangat pas dan tidak terlalu sempit.
Ruang bagasi
Bodi kecilnya mencuatkan tanda tanya besar. Bagaimana soal bagasi? Nah, saat dicoba dimasukkan 2 karung beras seberat 200 kg, karung-karung tersebut berhasil ditelan. Dan ternyata masih menyisahkan banyak ruang.
Performa mesin
Mesin 1.600cc Twinpower Turbo pun dinyalakan. Asyiknya tidak ada suara masuk ke kabin penumpang, cukup senyap. Ada 4 mode Eco Comfort, Comfort, Sport, Sport Plus. Kita coba yang Sport plus dengan menekan tombol di samping tuas transmisi. Tujuannya untuk menyesuaikan tema sesungguhnya BMW Seri 1.
Benar saja, ketika pedal gas digeber. sontak mesin 1.600 cc 8 percepatan langsung merespon. Performa mesin yang disokong turbo dengan tenaga 136 dk pada 4.400 RPM dan torsi maksimum 220 Nm pada mesin 1.350 dan 4.300 RPM langsung bekerja. BMW Seri 1 bisa berakselerasi 100 Km/Jam dengan waktu 9,1 detik (klaim BMW).
Sementara ketika diajak ngebut, terasa sekali perbedaan suspensi antara menggunakan mode Eco Comfort atau Sport Plus. Suspensi akan otomatis keras ketika menggunakan mode Sport plus. Sementara jika mengunakan Eco Comfort, suspensi langsung beraksi lembut.
Nah, jika Anda yang ingin berhemat bisa memanfaatkan fitur EfficientDynamics BMW Seri 1, mesin otomatis mati ketika mobil berhenti. Fitur tersebut bisa Anda non-aktifkan dengan menekan tombol di samping speedometer.
Handling BMW Seri 1
Uji coba BMW Seri 1 tidak sampai di situ, mobil pun diajak bermanuver. Pelek 17 inci yang ditopang ban lebar pun sangat mumpuni. Kaki-kaki memeluk erat aspal hitam, sehingga gejala slide-nya ban belakang tidak terjadi. Mobil pun tetap stabil.
Kesimpulan
Secara keseluruhan BMW Seri 1 menyuguhkan sensasi tersendiri. Meski berbodi kecil, namun performa mesin tak kalah bersaing. Jadi pantas saja jika kita menyebutnya si kompak tapi ngocol. Di Jakarta, BMW membanderolnya Rp 529 juta sebelum pajak. Siapa yang tertarik? Kencangkan sabuk pengaman Anda!
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar