detikOto dan sejumlah jurnalis dari berbagai media berkesempatan melakukan test drive mobil rancangan pabrikan Mazda tersebut pekan ini. Rute yang diambil adalah Semarang-Yogyakarta, dimulai dari CafΓ© Koena Koeni Semarang dan berakhir di Bale Raos Yogyakarta.
New Mazda8 dibekali kunci berwujud kartu. Hanya dengan mendekatkan kunci tersebut ke mobil, pintu otomatis terbuka. Sekali pencet, pintu baris kedua kanan-kiri dan bagasi juga bisa dibuka otomatis.
Saat pintu depan, baris kedua, dan bagasi terbuka, terlihat luasnya kabin. Jarak antara seat depan, seat kedua, dan Β seat belakang, cukup lapang. Penumpang di seat paling belakang tak perlu menekuk seat depannya untuk masuk.
Seat baris kedua dapat digeser ke depan belakang sejauh 410 mm dan ke samping 80 mm. Ingin berjauhan untuk menambah longgar ruang, bisa. Untuk berhimpitan pun silakan. Tergantung keinginan penumpang.
Seat-seat di baris kedua dan belakangnya dimungkinkan ditekuk sedemikian rupa untuk memperluas bagasi. Tapi karena dalam test drive, seat-seat tersebut diisi penumpang, βfasilitasβ itu urung dimanfaatkan. Apalagi bagasi masih sanggup menampung 5-6 tas punggung dan beberapa peralatan tambahan peserta test drive.
Semua seat ergonomis. Seat pengemudi bisa dibuat sefleksibel mungkin. Bantalan kepalanya pun bisa diatur ketebalannya. Sementara seat penumpang dilengkapi dengan arm dan leg rest.
Pada start awal, mobil tersebut di-handle lima model asal Semarang dan Jakarta. Sementara, hampir semua penumpang berjenis kelamin laki-laki. Satu Β mobil berisi 4-5 orang.
Usai makan siang, mobil melaju pelan. Lima mobil yang diantaranya berwarna hitam, grey, dan putih intan, diapit tim Mazda. Tim depan menginformasikan kondisi lalu lintas dan memandu jalan, sedangkan yang di belakang memastikan seluruh mobil dalam satu rombongan.
Mobil bermesin empat silinder tersebut dibekali sunroof yang terletak di antara seat depan dan baris kedua. Kami sempat mencobanya. Whuzz, angin langsung menerobos kabin begitu panel sunroof dipencet.
"βMau nyalain radio, CD, Flashdisk, atau pake Ipod?" kata sopir cantik kami.
Tak butuh berunding lama, Ipod pun jadi pilihan. Hentakan lagu berdentum dari speaker depan belakang. Cocok untuk sedikit menambah semangat menerjang padatnya arus lalu lintas keluar Kota Semarang. Sebentar-sebentar, mobil tertahan di lampu lalu lintas dan keriuhan kendaraan.
Sambil menikmati musik, peserta seolah diajak menjelalah interior mobil bermesin MZR 2.3L itu.
Selain pengaturan seat, tampak style dasboard sangat sederhana. Hanya dibenamkan LCD menampilkan GPS, audio dan vide, layar penunjuk waktu dan pemantau suhu udara dalam dan luar mobil, saluran AC, odometer, dan panel-panel otomatis. Khusus odometer, Mazda membuatnya bergaya tiga dimensi, sehingga terbaca jelas, baik dalam cahaya terang maupun gelap.
Tak hanya peserta test drive, sopir-sopir cantik kami sepertinya cukup menikmati kenyamanan New Mazda8. Tak terasa perjalanan, terlewati begitu cepat. Selepas Ungaran, Kabupaten Semarang, peserta bergantian memegang kemudi hingga Magelang dan Yogyakarta.
Dari sisi eksterior, boleh dibilang New Mazda8 tak beda jauh dengan MPV lain. Hanya beda dilekuk dan grill depan yang bertingkat tiga. Tapi untuk kenyamanan, mobil matic lima kecepatan ini bisa diandalkan. Minimal bisa disandingkan dengan mobil sejenis yang harganya setara dengan Rp 499 jutaan.
(try/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih