Yamaha betul-betul kesulitan tampil kompetitif setelah beralih ke V4. Fabio Quartararo merasa timnya berada di jalan buntu.
Awal musim 2026 menjadi mimpi buruk bagi Yamaha. Meski telah melakukan perombakan besar pada mesin, performa YZR-M1 justru semakin tertinggal jauh dari para pesaingnya.
Di MotoGP Thailand sebagai seri pembuka, Quartararo cuma bisa finis ke-14. Tidak ada pebalap Yamaha yang tembus 10 besar.
Seri kedua berlanjut di Brasil. Quartararo tidak bisa memetik poin. Dia finis ke-16. Sementara Alex Rins menyelesaikan balapan pada urutan ke-14.
Quartararo secara terang-terangan menyebut tim Yamaha kehilangan arah.
"Tim sama sekali tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semua masalah yang kami hadapi pada motor ini," ungkap Quartararo kepada Canal+.
Terakhir MotoGP Amerika Serikat, Quartararo malah makin melorot! Dia finis ke-17. ia terpaut 25,549 detik dari sang pemenang, Marco Bezzecchi. Cuma satu pebalap Yamaha yang mendapatkan 1 poin, Toprak Razgatlioglu.
"Jujur, saya rasa tidak ada yang bisa dipetik dari balapan seperti ini. Kami menjalani waktu yang sangat buruk hari Minggu ini; motornya banyak berubah. Saya mencoba melakukan hal yang sedikit berbeda, bereksperimen saat balapan, karena pada akhirnya kami tertinggal sangat jauh... tapi jelas itu tidak berhasil," kata dia.
Dengan data yang menunjukkan ketertinggalan lebih dari 25 detik dalam satu balapan, Yamaha butuh revolusi total.
Balapan selanjutnya akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 26 April 2026. Jeda satu bulan ini menjadi refleksi diri bagi Quartararo dan Yamaha.
"Secara mental, kami harus tetap tenang. Kami sudah melewati satu balapan - itu satu beban berkurang - dan kami punya jeda satu bulan, jadi itu akan bagus bagi kami untuk benar-benar disconnect," ujar Quartararo.
Simak Video "Video Yamaha Luncurkan 'XMAX Roda Tiga' dengan Airbag!"
(riar/rgr)