'Krisis Kecil di Ducati Mulai Terjadi'

'Krisis Kecil di Ducati Mulai Terjadi'

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 30 Mei 2025 12:07 WIB
Spanish MotoGP rider Marc Marquez of the Ducati Lenovo Team, who wins, and Italian MotoGP rider Francesco Bagnaia of the Ducati Lenovo Team, who places third, celebrate on the podium with a trophy after the MotoGP final race during the Qatar Airways Motorcycle Grand Prix of Qatar at Lusail International Circuit in Lusail, Qatar, on April 13, 2025. (Photo by Noushad Thekkayil/NurPhoto via Getty Images)
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Manajer pebalap sekaligus pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai motor pabrikan Ducati tidak berjalan dengan baik.

Buktinya Ducati gagal menang dalam dua seri terakhir MotoGP. Johann Zarco (Honda) menang di Prancis, dan Marco Bezzecchi (Aprilia) keluar sebagai juara di Inggris.

Meski faktanya Ducati selalu mengisi podium, tapi motor Desmosedici GP25 tidak bisa konsisten. Para pebalap yang menggeber motor tersebut antara lain Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio, dinilai harus lebih banyak berjuang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus dikatakan dan dicatat bahwa krisis kecil sedang dimulai untuk Ducati," kata Pernat dikutip dari Motosan.

"Terutama untuk tim pabrikan Ducati, katakanlah bahwa balapan ini telah menunjukkan bahwa motor 2025 tidak tepat."

ADVERTISEMENT

"Mereka yang memakainya adalah MΓ‘rquez, Bagnaia dan Di Giannantonio, banyak berjuang."

"Tetapi setiap tahun Ducati mengajarkan kita hal-hal ini, bahwa pada awalnya selalu butuh waktu cukup lama," tegasnya.

Marquez mengakui pada balapan kedua di MotoGP Inggris, lebih hati-hati hingga bisa finis ketiga. Soal jatuhnya di balapan pertama, Marquez merasa tak melakukan kesalahan yang signifikan atau ada masalah di motor. Kali ini jatuhnya berbeda dari di MotoGP Amerika Serikat atau Spanyol.

Pun demikian dengan rekan setimnya, Bagnaia. Dia terjatuh pada lap keempat dan tidak bisa menyelesaikan balapan.

"Kali ini, mungkin, lebih. Dan tampaknya masalahnya bahkan sedikit lebih sulit daripada tahun-tahun sebelumnya. Jelas bahwa Marquez menyembunyikannya sedikit, dengan bakat fenomenalnya, sebenarnya dia adalah yang terdepan di kejuaraan dunia. Tetapi dia sering jatuh, dia sering mengeluh, dia tidak bisa memberikan apa adanya dalam caranya," tambah Pernat.

Marc Marquez masih unggul di klasemen kejuaraan dengan 196 poin, unggul 24 poin dari saudaranya, Alex. Bagnaia tetap berada di urutan ketiga, 72 poin di belakang sang pemimpin klasemen.




(riar/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads